Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 26 Apr 2025 06:33

LSL Dominasi Pengidap HIV AIDS di Bone, Harus Rutin Berobat


LSL Dominasi Pengidap HIV AIDS di Bone, Harus Rutin Berobat Perbesar

SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Hubungan Seksual Lelaki suka Lelaki (LSL) mendominasi angka Pengidap HIV AIDS di Kabupaten Bone, hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone drg Yusuf, Jumat (25/4).

Menurut drg Yusuf, dari data Dinkes Bone sebanyak 22 orang terdiagnosis mengidap virus ini dan kelompok LSL merupakan pengidap terbanyak.

“HIV ini merupakan fenomena gunung es, apa yang kita liat di Angka 22 ini dibawahnya itu angkanya jauh lebih besar, sehingga untuk yang telah terdiagnosis HIV semestinya punya kesadaran untuk memeriksakan diri dan melakukan penanganan utamanya pengobatan secara rutin,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan dalam segi pemeriksaan HIV/AIDS menganut prinsip pemeriksaan sukarela, yang dikenal dengan sebutan Voluntary Counseling and Testing (VCT). Ini berarti seseorang memiliki hak untuk memutuskan sendiri apakah ingin melakukan tes HIV atau tidak, tanpa ada paksaan dari pihak manapun. VCT juga melibatkan proses konseling sebelum dan sesudah tes, untuk memberikan informasi dan dukungan terkait HIV/AIDS.

“Kita fokusnya bagaimana melakukan pendekatan kepada populasi kunci, yaitu populasi yang ditenggarai berpotensi terjadi penularan, contohnya LSL, psk, warga binaan lapas,” terangnya.

Baca juga :   Bawaslu Bone Awasi Proses Pembongkaran Logistik Pilkada

Kata Yusuf lagi, bagi mereka yang terdiagnosis virus akan diberikan obat secara gratis yang dapat diambil di Puskesmas, berupa Anti Retroviral Virus (ARV), tujuannya menekan serendah-rendahnya potensi perkembangan virus HIV tersebut.

Sehingga diharapkan ketika penderita HIV sudah minum obat secara teratur potensi virusnya menurun, maka dia tidak akan lagi menularkan virusnya tersebut kepada orang lain, perkembangan menuju Aids juga akan melambat sehingga yang terdiagnosis dapat hidup produktif seperti biasanya.

“Banyak orang Bone yang berobat di luar, contohnya ke Makasaar hal ini kemungkinan karena merasa malu dan tidak ingin diketahui oleh orang lain, padahal di Bone kami sudah menyediakan sarana dan prasarana pengobatan HIV Aids,” pungkas Yusuf. (WRD)

Artikel ini telah dibaca 109 kali

Baca Lainnya

UMKM Binaan PT Vale Unjuk Produk di Kriyanusa 2026

27 September 2026 - 16:35

Sekda Baubau Buka Mubes I KK-Buteng: Tonggak Sejarah Perkuat Silaturahmi Sara Patanguna

27 September 2026 - 08:30

PT Vale Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

26 September 2026 - 15:45

Proyek Hilirisasi Ayam Mulai Digarap di Bone, Mentan Amran Target Rampung 2027

25 September 2026 - 11:01

PT Vale Tegaskan Komitmen Tata Kelola, Keselamatan, dan Kepatuhan Operasional di Pomalaa

24 September 2026 - 11:33

Teknologi dan Praktik Berkelanjutan PT Vale Dorong Transformasi Industri Pertambangan di Morowali

22 September 2026 - 18:17

Trending di Berita Utama