Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 21 Feb 2022 11:37

Pekerja Migran Indonesia Diajak Kuliah


 Pekerja Migran Indonesia Diajak Kuliah Perbesar

SULTRAKITA.COM, JAKARTA  – Kompetisi global yang super cepat membuat semua orang perlu terus meningkatkan kualitas diri. Untuk itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi DKI Jakarta Dr. Paristiyanti Nurwardani mengajak Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang sebelumnya akrab disapa sebagai TKI, untuk terus meningkatkan kompetensinya dengan cara tetap berkuliah. Walaupun, para pekerja migran ini telah memperoleh penghasilan yang lebih dari cukup di luar negeri.

Hal ini diungkapkan Paristiyanti di hadapan ratusan pekerja migran Indonesia yang ada di Korea Selatan dalam Webinar Online Universitas Siber Asia, Sabtu (19/02) dan Minggu (20/02) malam. Kegiatan yang Dihadiri Wakil Kepala Perwakilan RI Seoul, Pimpinan Universitas Siber Asia, dan Komunitas SEVIMA, Paristiyanti mengajak pekerja migran Indonesia untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah berupa kuliah online.

“Karena sekarang belajar bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, siapa saja tanpa mengenal batas usia ataupun pekerjaan. Jadi saya mendorong PMI, walaupun sudah menjadi pahlawan devisa untuk negara kita, jangan lupa terus belajar untuk perbaikan nasib di masa yang akan datang dengan kompetensi yang luar biasa,” ujarnya.

Baca juga :   USN Kolaka Jalin Kerjasama Pertukaran Mahasiswa dengan Mahidol University Thailand

Meski dilakukan di tengah kesibukan, Paristiyanti mengajak para PMI untuk tidak ragu dalam berkuliah. ” pihaknya sudah mengawal kuliah online sejak dua tahun lalu mulai diselenggarakan sampai dengan hari ini mengurus akreditasi,” jelasnya.

Paristiyanti menjelaskan, kuliah online juga disebutnya telah menjadi simbol kerjasama yang kuat antara Indonesia dan Korea Selatan. Karena pada tahun 2020 lalu, peresmian Pembelajaran Jarak Jauh di Universitas Siber Asia dilakukan oleh Wakil Presiden RI Prof. Ma’ruf Amin, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, dan Pejabat Tinggi dari Korea Selatan. Kampus ini juga dipimpin oleh Rektor Asing pertama di Indonesia, yaitu Jang Youn Cho PhD yang berkebangsaan Korea Selatan.

“Sehingga saya bisa memberi penjaminan mutu sebagai Kepala LLDIKTI Jakarta, bahwa fasilitas dan pengajar kuliah online, menguasai teknologi dan mengajak mahasiswanya untuk menguasai teknologi masa depan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kompetensi masa depan ada lebih dari 10 bidang. Diantaranya menulis secara akademik, digital marketing, pengembangan produk, analisis data, kecerdasan buatan (Artificial Intelligent), cloud computing, working with people, penggunaan teknologi.

Baca juga :   Workshop Kehumasan dan Protokoler Digelar USN Kolaka

Investasi dan lapangan pekerjaan di industri yang membutuhkan kompetensi masa depan juga kini tumbuh secara cepat. Berdasarkan statistik, Korea Selatan kini menjadi investor ketiga terbesar di Indonesia. Investasi yang ditanamkan mayoritas di bidang manufaktur dan digital.

Sehingga dapat dipastikan, tren pekerjaan yang bermitra dengan Korea Selatan kedepan juga akan beralih dari pekerjaan padat karya menjadi pekerjaan cerdas. Disinilah pentingnya PMI untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu bertahan dan meningkatkan karir di tengah cepatnya perkembangan teknologi.

“Itu semua top 10 skills yang akan terjadi di tahun 2025 dan di masa yang akan datang. Skills ini bahkan 10 tahun lalu belum ada. Ayo upgrade kompetensi diri agar sukses terus kedepannya,” lanjut Paris.

Senada, Zelda Wulan Kartika selaku Wakil Kepala Perwakilan RI Seoul juga menggaris bawahi pentingnya PMI berkuliah. Saat ini, baru 1% PMI di Korea yang menempuh pendidikan yang lebih tinggi minimal sarjana. Angka ini berarti, PMI yang berkuliah hanya 280 orang, dari 34 ribu Warga Negara Indonesia yang bekerja di Korea Selatan.

Baca juga :   Kembangkan Bakat Anak, GPMB Kota Kendari Gelar Lomba Baca Puisi

“KBRI Seoul secara aktif memfasilitasi dan selalu mendorong seluruh WNI yang berdomisili di Korea, khususnya para PMI untuk terus meningkatkan kompetensinya. Termasuk kuliah online sebagai langkah percepatan bagi para pekerja Indonesia untuk bisa kuliah,” pungkas Zelda. (Ikl)

Artikel ini telah dibaca 149 kali

Baca Lainnya

Program Pendidikan Kesetaraan PT Vale IGP Morowali Tiba di Tahap Ujian Akhir

28 Mei 2024 - 13:17

PT Vale Kolaborasi untuk Pendidikan Berkualitas di Loeha Raya

24 Mei 2024 - 14:30

Gelar Bimbingan Belajar, PT Vale Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Generasi Muda Loeha Raya

10 Mei 2024 - 10:11

Pembukaan dan Pelepasan Peserta Bimbingan Masuk Perguruan Tinggi-Aula Kantor Camat Towuti

Boarding School Athirah Bone, Wujudkan Sekolah Berkualitas International

7 Mei 2024 - 21:00

Mahasiswa KKN UHO Berbagi Ilmu Pembuatan VCO dan Pupuk Organik

17 Maret 2024 - 19:38

HPSN 2024, Siswa SD Negeri 4 Usuku Bersihkan Sampah Plastik

22 Februari 2024 - 08:39

Trending di Pendidikan