Menu

Mode Gelap

Terbaru · 30 Apr 2020 11:03

Positif Hasil Rapid Belum Tentu Positif Covid-19, Masyarakat Diminta Tidak Panik


 Positif Hasil Rapid Belum Tentu Positif Covid-19, Masyarakat Diminta Tidak Panik Perbesar

SULTRAKITA.COM, WAKATOBI – Ketua Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Wakatobi H Arhawi menegaskan hasil positif Rapid Test belum tentu positif Covid-19, karenanya ia meminta masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti anjuran Pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Arhawi menyebutkan, beberapa hari terakhir masyarakat Wakatobi dihebohkan adanya enam Warga yang positif Reaktif virus berdasarkan hasil Rapid Test.

Keenam Warga yang tersebut yakni Dua warga Desa Liya Bahari, Satu Warga Kelurahan Pongo, Satu Warga Desa Pada Raya Makmur dan Dua Warga Kaledupa, namun demikian hasil positif Rapid Test belum bisa disebut Positif Covid-19.

Dijelaskan Arhawi, sampai saat ini belum bisa dipastikan bahwa hasil Rapid Test itu adalah positif corona atau tidak, tetapi hanya reaktif virus saja, sebab untuk memastikan terpapar Covid-19 harus melalui pemeriksaan sampel swab di laboratorium kemenkes di Makassar.

“Alatnya sudah tiba dan senin ini mereka akan menjalani uji swab, semoga dalam waktu dekat ini kita sudah ada hasilnya dan bisa kita tau apakah positif covid-19 atau tidak karena banyak juga kejadian seperti di daerah lain setelah rapid tes positif hasil swabnya justru negatif ” jelas Arhawi saat konferensi Pers, Kamis (30/04).

Baca juga :   Ini Penyebab Enam CJH Wakatobi Gagal Berangkat

Untuk saat ini enam warga yang positif reaktif berdasarkan hasil Rapid Test telah menjalani isolasi ditempat yang telah disediakan pemerintah dan berada dalam pegawasan tim gugus tugas Penanggulangan Covid-19 untuk ditangani secara khusus.

Seluruh keluarga juga sudah dirapid dan hasilnya negatif, karenanya ia meminta masyarakat tidak panik atau takut berlebihan, tetap menumbuhkan kesadaran bersama dan tetap mengikuti anjuran pemerintah agar penanganan Covid-19 tidak berkepanjangan dan tidak berdampak luas.

“Masalah Covid-19 bukan hanya beban pemerintah daerah semata, tetapi menjadi beban dan kewajiban kita semua, jangan kita saling melempar tugas dan kewajiban tetapi marilah kita berbuat sesuai kapasitas kita masing-masing. Jika kita memiliki kelebihan, mohon kiranya untuk bisa membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu,” tutupnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Wakatobi per tanggal 28 April 2020, terdapat 2879 orang yang masuk ke Wakatobi dari daerah yang terjangkit Covid-19. Sebanyak 2097 orang telah dipantau, 782 masih dalam pemantauan, termasuk 144 Orang Tanpa Gejala (OTG). (Man)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Tim Penilai PKK Koltim Lakukan Penilaian di Desa Lalosingi

14 Juni 2024 - 22:27

Pemkab Koltim Fokus Tingkatan Kinerja dan Reformasi Birokrasi

4 Juni 2024 - 20:21

PT Vale Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Luwu

7 Mei 2024 - 12:17

Peringati Hari Ibu, Sekda Sultra Ajak Semua Pihak Hargai Perjuangan Perempuan

23 Desember 2023 - 07:51

Kelola Sampah secara Terpadu, Antam Gagas Program Momahe

11 Desember 2023 - 17:31

sultrakita.com, Pengelolaan Sampah Antam

Serikat Pekerja PT Antam UBPN Kolaka Bantu Rakyat Palestina

8 Desember 2023 - 17:17

Trending di Terbaru