Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 5 Agu 2025 00:20

Segregation Plant PT Vale, Inovasi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan dan Mendukung Ekonomi Sirkular


Proses pemilahan sampah di Segregation Plant PT Vale Indonesia Sorowako Perbesar

Proses pemilahan sampah di Segregation Plant PT Vale Indonesia Sorowako

SULTRAKITA.COM, Sorowako – PT Vale Indonesia membuat terobosan dalam pengelolaan sampah yang tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular di masyarakat. Segregation Plant (TPS3R) yang berdiri diatas lahan seluas setengah hektar menjadi tempat yang mengubah sampah menjadi sumber daya yang bermanfaat.

Segregation Plant ini berfungsi sebagai pusat pengolahan sampah yang terintegrasi, mengelola sampah organik, anorganik, serta bahan berbahaya dan beracun (B3). Salah satu inovasi yang dijalankan di sini adalah pemanfaatan sampah organik untuk pakan ribuan maggot yang secara efisien mengurai sisa makanan, sementara sampah plastik, kardus, dan botol dipilah dan disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang.

Senior Manager Enviorement and Reclamation Operation Muhammad Firdaus Muttaqi menjelaskan bahwa fasilitas segregation plant menjadi solusi cerdas dalam pengelolaan sampah.

“Kami memisahkan sampah sesuai dengan jenis dan potensi daur ulangnya. Setiap hari, sekitar 500 hingga 700 kilogram sampah organik kami manfaatkan kembali,” ujarnya.

Proses pengolahan dimulai dengan pengumpulan sampah dari area operasional PT Vale dan pemukiman sekitar. Sampah kemudian dipilah di area dumping sebelum diproses lebih lanjut. Sampah organik yang sudah tidak terpakai diolah menjadi pakan maggot atau kompos, sedangkan sampah anorganik, seperti plastik dan logam, dipilah dan disalurkan ke bank sampah atau Bumdes untuk mendapatkan nilai ekonomis.

Baca juga :   PT Vale IGP Pomalaa Gelar Operasi Katarak Gratis bagi Warga Kolaka

“Sampah plastik yang kami kumpulkan setiap bulan didonasikan ke Bank Sampah, yang selanjutnya mengirimkannya ke perusahaan pengelola untuk didaur ulang. Kami dapat mengelola maksimal 30 ton sampah per hari di sini,” jelas Firdaus.

Selain itu, sisa kayu yang terkumpul dari sampah organik digunakan untuk pembuatan kompos, yang berperan penting dalam rehabilitasi vegetasi pasca-tambang. Meskipun kompos yang dihasilkan masih terbatas, sekitar 2,5 ton, hasilnya sangat berharga untuk mendukung upaya pemulihan lingkungan.

Program ini tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar. PT Vale Indonesia Tbk menunjukkan komitmennya dalam menciptakan dampak positif melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan, baik untuk lingkungan maupun perekonomian lokal. (bak)

Artikel ini telah dibaca 80 kali

Baca Lainnya

Terbongkar dari Foto dan Video, Tim Elang Polres Kolaka Bekuk Terduga Pelaku Pelecehan Anak

24 Mei 2026 - 11:01

PT Vale Edukasi Bahaya Narkoba dan HIV kepada Pelajar SMPN 1 Pomalaa

23 Mei 2026 - 13:13

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, PT Vale Serahkan Bantuan Alat Penyelamatan Air dan First Aid Kepada Pos SAR Kolaka

22 Mei 2026 - 18:06

Tanggap Darurat Pascabanjir Pomalaa: PT Vale Salurkan Paket Sembako dan Alat Berat, Ringankan Beban Warga Terdampak

22 Mei 2026 - 17:39

PT Vale Tegaskan Komitmen Penanggulangan Bencana, Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Pomalaa

22 Mei 2026 - 16:56

Gedung FPPP USN Kolaka Resmi Dibangun, Dorong Pengembangan Kampus Tanggetada

20 Mei 2026 - 21:05

Trending di Berita Utama