Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 7 Apr 2022 18:56

Solar dan Pertalite Langka di Kendari, Aksan Jaya Putra Warning SPBU


Solar dan Pertalite Langka di Kendari, Aksan Jaya Putra Warning SPBU Perbesar

SULTRAKITA.COM, KENDARI – Belum lama ini minyak goreng mengalami kelangkaan. Kemudian menyusul Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar (Biodiesel) juga ikutan langka.

Melihat hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Aksan Jaya Putra angkat bicara mengkritik kinerja perusahaan plat merah PT Pertamina (Persero).

Pria yang akrab disapa AJP mengatakan, beberapa hari ini terjadi kelangkaan BBM di sejumlah Stasisun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Atas kelangkaan BBM, membuat antrean panjang di beberapa SPBU di Kota Kendari, dimana kebanyakan dari sopir truk yang dominan menggunakan BBM jenis Solar bersubsidi yang tak mendapat bagian.

“Pada akhirnya mereka (sopir truk) tak sedikit membeli Solar yang dijual secara eceran di pinggir jalan. Tentunya dengan harga dua kali lipat dari harga eceran di SPBU yang hanya Rp5.150 per liter. Padahal suplai BBM dari Terminal BBM Pertamina terbilang lancar dan tercukupi untuk kebutuhan masyarakat, sesuai peruntukan Solar subsidi,” bebernya.

Baca juga :   Ratusan Calon PPK Pemilu 2024 Ikuti tes CAT

Justru, lanjut AJP Solar subsidi yang diperuntukan untuk masyarakat seakan mubasir di mata pemerintah. Wakil Ketua Komisi III bidang Infrastruktur dan Pertambangan di DPRD Sultra ini pun geram melihat kondisi saat ini.

“Kelangkaan BBM terjadi diduga karena kebutuhan solar subsidi lebih banyak dilarikan ke industri pertambangan, sebab harga Solar atau Shell V-Power Diesel non subsidi peruntukan industri dan kalangan atas ikut naik di April 2022 ini,” ujar AJP.

Dirinya menilai harga Solar non subsidi dari Rp13.750 per liter naik Rp4.350 sehingga menjadi Rp18.100 per liter. Maka, kata dia dengan ikut meroketnya harga Solar industri jadi ada dugaan besar kemungkinan Solar subdsidi yang ada di SPBU di jual ke industri khususnya di pertambangan.

Oleh sebab itu, Aksan Jaya Putra mewarning dengan keras pihak SPBU yang ada di Kota Kendari, agar tidak menjual belikan Solar subdisi ke perusahaan tambang.

“Saya mengajak seluruh stakeholder baik, Pertamina, Pemerintah melalui Dinas ESDM dan aparat kepolisian untuk mengawasi SPBU di Kota Kendari,” pinta Politisi Partai Golkar ini.

Baca juga :   Sambut HUT ke 54, Bank Sultra Helat Vaksinasi Booster

AJP pun meminta kepada pihak Pertamina supaya memberikan sanksi berat, terhadap SPBU yang berani menjual Solar subsidi ke perusahan tambang dan akan mendesak pemerintah mencabut izinnya, dan mendesak Pertamina untuk memberi sanksi tegas.

Sementara dalam waktu dekat, pihaknya akan menjadwalkan turun ke SPBU, guna mencari tahu penyebab kelangkaan Solar subsidi dan BBM jenis Solar dan Pertalite.

“Dalam waktu dekat ini, saya akan terjun melihat ke SPBU dan mempertanyakan apa penyebabnya BBM bisa langka,” tandasnya. (Ikl)

Artikel ini telah dibaca 162 kali

Baca Lainnya

Harmoni PT Vale dan Masyarakat Adat di Wonua Mekongga, Satukan Persepsi Jaga Keberlanjutan Sosial-Ekonomi

12 Agustus 2026 - 12:11

PT Vale, Pemkab Morowali, dan Masyarakat Luncurkan Desa Wisata Unsongi

10 Agustus 2026 - 20:16

Tanggapi Ketegangan Jalur Hauling Pomalaa, Bupati Amri: Perlu Komunikasi dan Kepastian Hukum, Jangan Ada Premanisme Industrial

5 Agustus 2026 - 15:20

MIND ID Tegaskan Dukungan Penuh Bagi PT Vale di Pomalaa, Perkuat Kepastian Investasi dan Hilirisasi Berkelanjutan

5 Agustus 2026 - 09:16

Kejari Kolaka Kunjungi IPIP, Perkuat Sinergi Dunia Usaha dan Penegakan Hukum

4 Agustus 2026 - 16:45

Pekan Raya ANTAM Jadi Ajang Promosi UMKM dan Hiburan Masyarakat Kolaka

30 Juli 2026 - 08:45

Trending di Berita Utama