Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 7 Okt 2024 18:42

Stop Bullying di Sekolah, Kolaborasi Guru dan Orangtua Penting Dilakukan


Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari, DR Haslita. Perbesar

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari, DR Haslita.

SULTRAKITA.COM, KENDARI – Stop bullying di lingkungan sekolah sekaligus memberikan respon terhadap masih maraknya aduan akan tindakan tersebut, maka Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari terus melakukan sosialisasi, dengan menekankan pentingnya kolaborasi guru dan orangtua siswa.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari, DR Haslita, Senin (7/10/2024) mengatakan, kali ini kegiatan sosialisasi tersebut akan dilakukan di SDN 84 Kendari pada Selasa (8/10/2024), mulai sejak waktu apel pagi hingga selesai, yang melibatkan semua warga sekolah, baik guru, siswa, termasuk para orangtua.

“Mewujudkan stop bullying di sekolah, maka warga sekolah wajib memahami, utamanya kolaborasi guru dan orangtua sehingga bisa mengidentifikasi ciri-cirinya, dalam rangka pencegahan dini termasuk penanganannya, sehingga kedepan secara bersama-sama menjadikan semua sekolah yang ada di Kota Kendari bebas dari bullying,” tuturnya.

Dia mengatakan, sosialisasi stop bullying dengan melakukan road to school membawa istilah 3 M yakni menyapa, menyayangi, dan mengayomi agar para siswa memahami bahaya melakukan tindak kekerasan atau bullying atau perundungan, dimana secara sengaja menyakiti, mengganggu, dan mengusik orang lain secara berulang, baik itu yang bersifat fisik ataupun verbal kepada orang dianggap lemah

Baca juga :   PKB Target Dongkrak Perolehan Kursi DPRD Kota Kendari dan DPRD Provinsi

“Para orang tua penting mengenali ciri-ciri tindakan ini, agar bersama-sama meminimalkan terjadinya bullying di sekolah dan menularkan dimana pun berada, karena kalau tidak, maka bisa menggiring tindakan tersebut berisiko hukum. Salah satu cara dilakukan, orangtua memberikan edukasi kepada anaknya bahwa tidak boleh melakukan kekerasan seperti mencubit maupun menghina,” katanya lagi.

Dia melanjutkan, dalam sosialisasi stop bullying, DP3A Kota Kendari juga memberikan layanan gratis terkait layanan konseling bagi keluarga yang membutuhkan bimbingan. Misalnya ketika anak tidak mau ke sekolah, maka bisa mendapatkan layanan tersebut oleh petugas-petugas yang ahli dibidangnya, termasuk psikolog.

“Jadi layanan psikolog bisa untuk siapa saja, bukan berarti hanya untuk anak berkebutuhan khusus. Saat ingin mengetahui kemampuan anak, maka bisa mendatangi psikolog,” tambahnya.

Dia pun berharap, agar kegiatan tersebut bisa mendapatkan respon positif dari semua pihak, utamanya para orang tua, terlebih DP3A Kota Kendari menargetkan 100.000 pada tahun 2024, agar anak-anak memahami bahaya tindakan bullying di manapun berada. (Rls)

Artikel ini telah dibaca 93 kali

Baca Lainnya

Rektor USN Kolaka Dorong Mahasiswa Baru Bangun Kompetensi dan Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

26 Agustus 2026 - 15:16

Solidaritas Kemanusiaan, PT Vale Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

24 Agustus 2026 - 16:05

Rangkaian HUT ke-58 PT Vale Perkuat Ekosistem UMKM di Kolaka

24 Agustus 2026 - 13:15

PT Vale Bersama Kodim 1412 dan Pemkab Kolaka Wujudkan Hunian Layak dan Perkuat Akses Kesehatan

23 Agustus 2026 - 18:15

IPIP Bantu Penanganan Kebakaran Lahan di Desa Sopura, 11 Personel dan Dua Unit Damkar Dikerahkan

21 Agustus 2026 - 15:50

Dorong Serapan Lulusan ke Dunia Kerja, SMKN 9 Kolaka Perkuat Kolaborasi Industri 

19 Agustus 2026 - 21:16

Trending di Berita Utama