Menu

Mode Gelap

Cerita Inspirasi · 10 Feb 2025 09:58

Transformasi Inspiratif Bang Ulun: Dari Ekspor Getah Pinus ke Bisnis Pertanian Terintegrasi


Transformasi Inspiratif Bang Ulun: Dari Ekspor Getah Pinus ke Bisnis Pertanian Terintegrasi Perbesar

PERJALANAN BANG JAY kali ini tiba di Desa Alebo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, untuk bertemu dengan Ulun Nasrun, Owner Alissa Farm. Mereka berbincang langsung tentang ekosistem bisnis pertanian yang dibangunnya di desa tersebut.

“Kita akan menggali banyak inspirasi bersama beliau langsung dari lokasi pertaniannya. Bang Ulun, bolehkah diceritakan apa yang menginspirasi Anda sehingga bisa membangun Alissa Farm sampai saat ini?” tanya Bang Jay.

Awal Perjalanan yang Tak Terduga

Ulun Nasrun mengakui bahwa awalnya Alissa Farm tidak pernah terpikirkan karena dirinya berlatar belakang sebagai eksportir getah pinus yang memenuhi kebutuhan China dan India. Namun, Pandemi COVID-19 mengubah arah hidupnya.

“Saat Pandemi COVID-19, kran ekspor tertutup. Saya selama enam bulan di Baubau, banyak yang masuk rumah sakit. Saya sangat takut pada saat itu. Lalu saya berpikir untuk membeli lahan 3 hektare di daerah Alebo, Konsel, dengan harga Rp 300 juta dan mulai membangun hingga saat ini,” ujarnya.

Solusi di Tengah Pandemi

Dalam proses usahanya, Ulun harus berpikir keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia memutuskan untuk memelihara ayam kampung.

Baca juga :   Kampanye BerAmal di Tadang Palie, Warga Antusias Meski Diguyur Hujan

“Saya terpikir untuk menghasilkan usaha yang dapat menopang kehidupan sehari-hari. Kenapa ayam kampung? Karena budidayanya dapat menopang kebutuhan hidup. Saat ini saya yang terbesar di Sulawesi Tenggara. Dari usaha ayam ini saya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Diversifikasi Usaha Pertanian

Kondisi El Nino menambah tantangan baru dalam bisnisnya. Oleh karena itu, selain beternak ayam pedaging dan petelur, Ulun mulai menanam sayuran dan umbi-umbian untuk memenuhi kebutuhan pasar di Konawe Selatan.

“Untuk produksi daging dan telur di sini, Alhamdulillah sudah dapat menyuplai orang-orang tambang di Sulawesi Tenggara. Dengan konsep zero waste, Alissa Farm mengolah kotoran ternak menjadi pupuk dan limbah kebun seperti kulit ubi dan pisang menjadi pakan ternak,” jelasnya.

Edukasi dan Agrowisata Sekolah Alam

Ulun Nasrun memiliki visi besar menjadikan kawasan pertaniannya sebagai wadah edukasi bagi anak-anak.

“Usia 7 sampai 11 tahun ini sangat rawan. Bahaya sekali masih kecil sudah pegang HP. Saya ingin sekali membangun PAUD lingkungan sebagai tameng mental anak-anak kita. Jadi poinnya adalah agrowisata sekolah alam dengan model belajar langsung dari alam,” ungkapnya.

Baca juga :   4 Program Prioritas H Rusli Ketua Apdesi Terlantik, Salah Satunya Berantas Narkoba Dimulai Dari Desa

Kearifan Lokal dan Inspirasi dari Jepang

Pengalaman di Jepang dan dunia ekspor membuat Ulun memahami tata kelola pertanian yang efektif. Namun menurutnya, gerakan menanam besar-besaran dari pemerintah bisa berisiko.

“Kalau semua menanam jagung atau kedelai, otomatis harga jatuh. Kita perlu integrasi dengan ternak tanpa melupakan keseimbangan alam,” katanya.

Ia mencontohkan Kesultanan Buton yang selama 600 tahun berdaulat pangan dengan cadangan makanan di setiap rumah.

“Kita perlu menggali potensi lokal sehingga apa yang pernah terjadi tinggal dibangun kembali,” tambahnya.

Harapan Pada Pemerintah

Saat ini Alissa Farm sudah mendapat bantuan dari pemerintah pusat berupa kandang jalan dan sumur bor dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Namun, pemerintah provinsi dan kabupaten belum melirik potensi Alissa Farm.

“Seharusnya data yang masuk diimbangi dengan sentuhan nyata seperti pakan, pupuk, dan lainnya,” harapnya.

Edukasi Pertanian yang Terintegrasi

Ulun Nasrun menekankan pentingnya edukasi dalam pertanian dan peternakan yang terintegrasi.

“Kita perlu menggunakan ilmu untuk bertani dan beternak. Dengan ilmu, kita bisa menyetel presentasi protein dalam pakan ternak sehingga hasilnya berkualitas. Peran pemerintah sangat penting untuk memetakan kebutuhan masyarakat dan memberikan formula untuk mewujudkan ketahanan pangan,” tutupnya.

Mari terus bergerak, berkolaborasi untuk membangun Desa, serta Mari Selalu Menghadirkan Cinta Bersama Bang Jay. (*) 

#BangJay
#Jaelani
#DekatDenganDesa
#PetaniNelayanBangkit
#SultraSejahteraLahirBathin
#MariMenghadirkanCinta

Baca juga :   Pilkada Serentak 2024, KPU Bone Buka Pendaftaran Cakada Perseorangan

Selengkapnya di https://youtu.be/BxJGLJVkIjo

Artikel ini telah dibaca 93 kali

Baca Lainnya

Potensi Besar Desa Malaringgi, Bang Jay Ungkap Keindahan dan Tantangan yang Dihadapi

17 Februari 2025 - 11:09

Trending di Cerita Inspirasi