Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 13 Mar 2024 23:40

Tudingan Terhadap PT CNI Dinilai Tak Berdasar dan Provokatif


Tudingan Terhadap PT CNI Dinilai Tak Berdasar dan Provokatif Perbesar

SULTRAKITA.COM, KOLAKA – PT.Ceria Nugraha Indotama (CNI) membantah tudingan pencemaran lingkungan di desa Muara Lapao-pao dan kerusakan jalan trans Sulawesi. Manager Legal PT CNI, Kenny Rochlim mengatakan tudingan tersebut tidak berdasar dan cenderung menghasut.

Adalah Dewan Pembina Ikatan Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Kecamatan Wolo (IMPPW) Sultra yang menuding CNI. Kenny menyebut tudingan tersebut tidak sesuai fakta, sehingga sebagai perusahaan, CNI akan memperkarakan tudingan tersebut melalui jalur hukum. “Apa yang disampaikan dewan pembina IMPPW Sultra, Hamka merupakan provokasi atau tindakan menghasut yang tidak berdasar dan tidak sesuai fakta di lapangan,” kata Kenny, Rabu (13/3).

Faktanya ungkap Kenny, berdasarkan Berita Acara verifikasi lapangan tertanggal 27 Juli 2023 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terungkap fakta penyebab banjir dan pencemaran lingkungan di Kecamatan Wolo akibat curah hujan dan tambang ilegal. Bukan dari PT CNI.

Begitupun laporan hasil verifikasi kasus pencemaran lingkungan hidup warga Deşa Muara Lapao-pao, Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka yang dilakukan tim dinas lingkungan hidup Kabupaten Kolaka, pada tanggal 27 September 2017, terungkap penyebab pencemaran sungai Teppoe dan laut Muara Lapao-pao sejak tahun 2014 dan telah ada Putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dilakukan oleh perusahaan lain, bukan oleh PT CNI.

Baca juga :   Ribuan Warga Ikuti Karnaval Budaya Semarakkan HJB Ke 693

“Berdasarkan laporan tim verifikasi Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Kolaka yang berjumlah 9 orang, pada tanggal 27 September 2017. Dari analisis spasial history citra, menunjukan bahwa terjadinya sendimentasi laut Muara Lapao-pao Babarina dan hilir sungai Teppoe telah berlangsung sejak November 2014, dimana saat itu ada perusahaan lain yang beroperasi dilokasi sekitar perairan tersebut,” ungkap Kenny.

Terkait diskriminasi yang dituduhkan kepada PT CNI atas beberapa warga yang melakukan aksi anarkis di areal PT CNI, Kenny mengungkapkan, beberapa warga memang telah ditangani oleh pihak berwajib karena melakukan aksi unjuk rasa tanpa izin dan anarkis. Serta dilakukan di dalam kawasan Proyek Strategis Nasional yang dicanangkan oleh Presiden. “Aksi unjuk rasa itu jelas sebuah kejahatan dan dianggap memperlambat program Pemerintah, apalagi dilakukan dengan tanpa izin dan anarkis. Mereka melakukan aksi dengan pengrusakan dan membawa senjata tajam. Mereka memotong tali tongkang dan kapal di Desa Muara Lapao Pao dan saat ini telah berlangsung persidangan pada Pengadilan Negeri Kolaka,” katanya.

Baca juga :   Pastikan Layanan Pendidikan di Bombana Maksimal, Kadikbud Sultra Lanjutkan Kunker

Begitupun berkaitan pernyataan Hamka bahwa PT Ceria hanya fokus pada penjualan material ore dari pada penyelesaian pembangunan smelter. Kenny menegaskan, bahwa saat ini PT Ceria tetap konsisten dan fokus pada pembangunan smelter, dimana saat ini pabrik smelter line 1 (RKEF) akan segera selesai akhir tahun ini, dan akan terus melaksanakan proyek konstruksi pembangunan Smelter tahap selanjutnya. (Rls)

Artikel ini telah dibaca 141 kali

Baca Lainnya

10 Jamaah Haji Kloter 34 Asal Kolaka Tiba di Makassar

26 Juni 2026 - 12:01

Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka

25 Juni 2026 - 15:12

ANTAM Raih Penghargaan Terbaik II Rehabilitasi DAS Sulawesi Tenggara

24 Juni 2026 - 19:45

Perkuat Kompetensi SDM Lokal, PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat

24 Juni 2026 - 16:01

ANTAM Kolaka Gelar Edukasi Satwa, Tingkatkan Kepedulian Pelajar terhadap Lingkungan

23 Juni 2026 - 15:27

PT Vale Gelar Promkes DBD di Puubenua, Tekankan Pentingnya Pencegahan dan Penanganan Dini

18 Juni 2026 - 14:13

Trending di Berita Utama