SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Novena, Rabu (19/2).
Focus Group Discussion ini membahas tentang penyusunan laporan evaluasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bone tahun 2024.
FGD dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Ketua KPU Bone Nuryadi Kadir bersama Komisioner KPU lainnya, Ketua Divisi Tekhnis dan Penyelenggaraan Zainal dan Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Rusnaedi.
Kasubag Perencanaan Data dan informasi KPU Bone Noviyanti juga Ketua Panitia memaparkan bahwa FGD KPU dilaksanakan dalam rangka memenuhi amanat perundangan serta untuk mendapatkan masukan saran dan kritik terhadap permasalahan dalam tahap Pilkada beserta solusinya.
“Kegiatan hari ini adalah Half Day Meeting diikuti oleh 90 orang Peserta terdiri dari Komisioner KPU, Bawaslu, Akademisi, Praktisi, Mantan Komisioner KPU Bone, serta Rekan Media,” jelasnya.
Lebih lanjut Noviyanti menjelaskan, Kegiatan FGD terdiri dari tiga pembahasan evaluasi dan tiga orang fasilitator yaitu Aksi Hamzah membahas tentang evaluasi tahapan Pilkada, Ernida membahas tentang Non tahapan pilkada serta Bahtiar Parenrengi membahas tentang evaluasi kelembagaan dan partisipasi.

Sementara itu Plh Ketua KPU Bone, Nuryadi Kadir menyampaikan, FGD diperlukan sebagai bentuk evaluasi dalam mengidentifikasi semua permasalahan proses pilkada, dalam hal ini menyoroti terkait partiaipasi pemilih.
“Selain proses tahapan Pilkada ada juga proses non tahapan Pilkada dalam mendorong partisiapasi masyarakat, mendorong masyarakat berpartisipasi aktif,dan untuk partisipasi pemilih di kabupaten Bone masih mencapai 69,25 persen secara konstitusional kita sudah melebihi, namun kita tetap harus beeupaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih.”
“Bagaimana menelisik kembali partisipasi, proses penyebarluasan informasi, mengoreksi kinerja kita, bagaimana informasi itu sampai kepada khalayak dan lainnya, agar tersusun daftar inventaris masalah pada Pilkada 2024,” pungkas Nuryadi Kadir. (WRD)






