Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 25 Apr 2026 15:37

PT Vale Gelar Pelatihan ACLS untuk Tenaga Medis


 PT Vale Gelar Pelatihan ACLS untuk Tenaga Medis Perbesar

SULTRAKITA.COM, ​KOLAKA – Langkah preventif terhadap ancaman penyakit tidak menular (PTM) terus diperkuat di wilayah operasional PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Blok Pomalaa. Melalui program Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor kesehatan, perusahaan nikel tersebut menggelar pelatihan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) bagi para dokter dan tenaga medis, bertempat di Aula Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka, Sabtu (25/4/2026).
​
Kegiatan yang berlangsung intensif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memitigasi risiko kesehatan akibat perubahan gaya hidup masyarakat. Head of HSER PT Vale IGP Pomalaa, Riza, mengungkapkan bahwa kehadiran industri secara tidak langsung meningkatkan jumlah populasi usia produktif di Pomalaa. Dampaknya, risiko penyakit yang bersifat lifestyle, terutama serangan jantung, ikut merangkak naik.

​”Kardiak atau serangan jantung ini adalah salah satu silent killer yang paling mematikan. Penyakit ini masuk tiga besar pembunuh manusia selain kecelakaan lalu lintas dan kanker,” ujar Riza.

​Menurut Riza, kunci penyelamatan pasien serangan jantung terletak pada kecepatan pertolongan pertama di layanan primer sebelum dirujuk ke rumah sakit. Pasalnya, jarak tempuh dari lokasi tambang atau area Pomalaa menuju Rumah Sakit BG (RSBG) memerlukan waktu sekitar 30 hingga 45 menit.

Baca juga :  Porprov Sultra ke-XIV, Kota Kendari Raih Juara Umum

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Hj. Sri Raodah Buna, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PT Vale. Ia menekankan bahwa kompetensi dokter umum di Puskesmas maupun klinik perusahaan sangat krusial dalam menekan angka kematian akibat gangguan pembuluh darah.

​”Kecepatan dan ketepatan bantuan hidup lanjutan sangat menentukan keselamatan pasien. Kami sangat mengapresiasi langkah PT Vale yang melatih dokter-dokter kita, baik di Puskesmas wilayah operasional maupun internal perusahaan,” tutur Sri Raodah saat membuka acara secara resmi.

​Pentingnya kompetensi di garis depan ini juga ditegaskan oleh Plt. Dirut RSBG Kolaka, Firdaus. Sebagai pihak yang mengelola rumah sakit rujukan utama, ia menyebut tantangan terbesar dalam penanganan jantung adalah golden period atau waktu emas.

​”Jika dokter di layanan primer tidak memiliki kompetensi ACLS yang mumpuni untuk stabilisasi awal, maka risiko fatalitas saat pasien tiba di IGD kami akan sangat tinggi. Keberhasilan kami di rumah sakit sangat bergantung pada apa yang dilakukan rekan-rekan dokter saat menit-menit pertama serangan terjadi,” pungkas Firdaus. (bak)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Vale Indonesia Perkuat Kapasitas Petani Binaan di Morowali Melalui Pelatihan Pertanian Organik Berkelanjutan

24 Oktober 2026 - 12:10

Antam dan Polres Kolaka Tanam Cemara Laut di Pomalaa, Kurangi Dampak Debu

23 Oktober 2026 - 21:01

Vale Indonesia Intensif Tangani Karhutla di Wilayah IGP Pomalaa

23 Oktober 2026 - 11:03

Vale Indonesia Perkuat Kemandirian Masyarakat dan Ekonomi Lokal melalui PPM Expo 2026 di IGP Pomalaa

21 Oktober 2026 - 14:01

Rektor USN Kolaka Resmikan Wirausaha Digital 2026, Perkuat Sinergi Kampus dan Dunia Usaha

20 Oktober 2026 - 09:55

ANTAM Kolaka Berbagi Pengetahuan Ekonomi Biru di Seminar Nasional Oseanografi UHO

19 Oktober 2026 - 16:49

Trending di Berita Utama