SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Dalam rangka mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten Bone menggelar Rapat Koordinasi di La Teya Riduni Komplek Rumah Jabatan Bupati Bone, Kamis (20/3).
Rakor tersebut dipimpin oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Andi Asman menyebutkan salah satu cara untuk mengoptimalkan PAD yaitu dengan mencegah kebocoran dana pajak dan retribusi melalui sistem pembayaran digital atau non tunai.
Hal ini dianggap memudahkan transaksi pembayaran sehingga tidak ada kekhawatiran penyalahgunaan, karena langsung pada tempatnya, melalui layanan aplikasi berbasis digital, hingga diharapkan pembayaran berjalan aman dan lancar.
“Banyak potensi Pendapatan Asli Daerah termasuk Tambang, IMB, parkir, PBB, Hotel, rumah makan dan lainnya, jika dikelola dengan baik saya yakin kita dapat meningkatkan PAD kita,” ucapnya.
Untuk mendukung Optimalisasi PAD, Andi Asman menekankan pentingnya memaksimalkan sarana dan prasarana pendukung khususnya dalam lingkup wilayah OPD, Desa dan Kecamatan.
Andi Asman mematok 50 persen Kinerja OPD dan Camat ada pada Peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Ia juga menginstruksikan kepada para Camat perlunya melakukan upaya nyata meski dengan cara sederhana terkait pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan yang ditarget harus selesai pada bulan oktober 2025.
Salah satunya dengan menerapkan program pemerintah dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat melalui tanam pekarangan Pajak Bumi dan Bangunan.
Yaitu masyarakat dapat menanam berbagai jenis pangan di lahan pekarangan seperti sayur-sayuran dan lainnya, begitu juga sektor lain seperti budi daya ikan, dan beternak ayam.
Dengan inovasi tersebut diharap dapat menghemat biaya pengeluaran untuk pangan dan lauk-pauk, sehingga dana yang tersimpan dapat dialihkan untuk pembayaran PBB. (WRD)






