SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Puncak Peringatan Hari Jadi Bone (HJB) Ke 695 di Kabupaten Bone berlangsung di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bone, Kamis (10/4).
Dalam momentum puncak HJB ini ditampilkan prosesi adat Mattompang Arajang yang sarat akan budaya, menjadi salah satu tradisi yang rutin dilaksanakan dalam Perayaan Hari Jadi Bone.
Mattompang Arajang adalah pembersihan benda-benda pusaka milik Raja-raja Bone terdahulu, yang dibersihkan dengan menggunakan air suci dari tujuh sumur yang disakralkan kemudian dbersihkan dengan perasan jeruk nipis, serta dilap menggunakan dedak (dahulu, namun sekarang sudah menggunakan tisu) .
Dalam momen Peringatan HJB tersebut Benda-benda pusaka milik kerajaan Bone diarak keluar dari museum Arajang yang diperlihatkan kepada khalayak, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pembersihan yang bertujuan agar benda pusaka tersebut tetap awet dan terjaga kelestariannya.
Puncak HJB ke 695, Dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan dan tamu dari luar Kabupaten Bone diantaranya; Bupati Takalar, Bupati Gowa, Bupati Toraja Utara, Bupati Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara Nur Rahman Umar, Wakil WaliKota Pare-pare, Wakil Bupati Pangkep, Wakil Bupati Luwu, Sekda Kabupaten Wajo, Staf Ahli Kabupaten Jeneponto, Wakil Bupati Barru, Asisten II Kabupaten Bantaeng, Wakil Bupati Bulukumba, Bupati Sinjai dan Wakil Bupati Sinjai, serta Wakil Bupati Luwu Utara,
Gubernur Sulawesi Selatan dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran dari beberapa Kepala Daerah, bahkan ada yang datang dari Sulawesi Tenggara
Terima kasih kepada para Bupati, disini hadir juga Bupati dari Kolaka Utara, pakaian adatnya luar biasa,
“persatuan dari kepala daerah tahun ini juga luar biasa,dan ini berkat kegiatan yang dilaksanakan dalam retreat kemarin, hingga menimbulkan hubungan emosional yang kuat, sulawesi selatan ini kurang lebih delapan orang yang menjadi Gubernur, artinya kita ini lao sappa deceng lisu mappadeceng (Pergi untuk mencari kebaikan dan pulang untuk memperbaiki), ” jelasnya.
Andi Sudirman juga berharap di hari Jadi Bone yang ke 695 ini permasalahan Infrastruktur dapat segera ditanggulangi.
“Ada anggaran sekitar 2,4 triliun untuk perbaikan jalan infrastruktur dalam waktu dua hingga tiga tahun kedepan, maka Saya minta kepada seluruh Bupati, mengganggarkan penguatan disektor infrastruktur, kembalikan kepada undang-undang 40 persen minimal, ketika itu dilaksankan, lima tahun kedepan tidak perlu berkampanye, ”
Sementara itu Bupati Bone Andi Asman Sulaiman didampingi Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menuturkan jati diri masyarakat Bone harus dijaga, olehnya itu tradisi dan budaya yang telah mengakar patut dilestarikan agar generasi yang akan datang dapat menikmati dan mengetahui tentang kekayaan Budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Bone.
“Salah satu aspek yang menjadi bagian inti dalam acara Mattompang Arajang adalah membersihkan benda-benda pusaka, yang diadakan setiap tahun, benda pusaka ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Bone.”
“Pusaka atau arajang bukan hanya barang titisan, tapi juga simbol kekuatan kejayaan, dan kebesaran Bone pada masa lalu, dibalik setiap benda pusaka yang dibersihkan tersimpan aejarah perjuangan kebijaksanaan politik leluhur kita, dan harapan yang diwariskan yurun menurun, tradisi ini harus dijaga, ” pungkas Andi Asman. (WRD)






