SULTRAKITA.CIOM, KOLAKA – Sebuah langkah signifikan dalam peningkatan mutu pendidikan kembali digagas oleh Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Optimalisasi Peran Komunitas MGMP Bahasa Indonesia sebagai Katalis Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Kolaka.
Bertempat di Lab Bahasa SMA Negeri 1 Kolaka, kegiatan ini menggandeng para guru Bahasa Indonesia tingkat SMA sederajat untuk menerima pelatihan intensif dalam lima bidang strategis, mulai dari penguatan manajemen MGMP, perencanaan berbasis data, integrasi kurikulum dan buku teks, hingga pengembangan bahan ajar digital yang menjunjung nilai-nilai budaya lokal.

Dekan FKIP USN Kolaka, Dr. Syarifuddin Tundreng S.S.M.Pd memberikan apresiasi kepada tim pengabdian yang telah berhasil menyelenggarakan program ini. Ia menekankan, program ini merupakan bentuk nyata dari upaya Universitas Sembilanbelas November Kolaka dalam menciptakan dampak positif melalui kolaborasi yang erat dengan berbagai stakeholder, termasuk MGMP Bahasa Indonesia.

“Pengembangan bahan ajar digital berbasis kearifan lokal sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kolaka. Kerjasama yang terjalin antara perguruan tinggi dan MGMP Bahasa Indonesia ini diharapkan dapat terus berkembang. Kami di Universitas Sembilanbelas November Kolaka berkomitmen untuk mengadakan MoU dan LoA secara formal dengan MGMP Bahasa Indonesia di Kabupaten Kolaka untuk memperkuat kolaborasi ini di masa yang akan datang,” ujar Dekan FKIP USN Kolaka.

Menurutnya, pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas guru untuk menciptakan transformasi pendidikan yang relevan dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menjalin MoU dan MoA formal dengan MGMP Bahasa Indonesia demi memperkuat kolaborasi ini,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua tim pengabdian, Dr. Sarmadan, S.Pd., M.Pd., C.Ed., menyampaikan bahwa program ini bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga wujud kepedulian terhadap konteks budaya lokal yang sangat kaya.
“Kami berharap bahan ajar digital yang dikembangkan bisa menjadi media pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual bagi siswa,” ujarnya.
Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Kolaka, Syahriani, menegaskan, program ini menjawab kebutuhan konkret guru di lapangan.
“Bahan ajar berbasis kearifan lokal akan membuat pembelajaran lebih hidup dan dekat dengan siswa,” katanya.

Sementara itu, peserta pelatihan, Made Sudika, S.Pd., Gr mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. “Saya merasa sangat terbantu dengan materi yang disampaikan, terutama dalam mengembangkan bahan ajar digital yang bisa lebih mengangkat budaya lokal. Program ini memberikan wawasan baru bagi kami untuk lebih kreatif dalam mengajarkan Bahasa Indonesia kepada siswa,” ungkap Made Sudika.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut bahan ajar yang tidak hanya mengutamakan kualitas pendidikan, tetapi juga memperkenalkan dan melestarikan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Kolaka. Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, MGMP, dan para guru, pengembangan pendidikan yang berbasis kearifan lokal dapat lebih terwujud dalam proses belajar mengajar di sekolah-sekolah di Kabupaten Kolaka. (Wan)






