SULTRAKITA.COM, Medan –Langkah strategis diambil Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka dalam kancah nasional. Wakil Rektor (WR) 1 Bidang Akademik Ir Rina Remba terbang ke Medan untuk menghadiri Rapat Kerja Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) 2026 di Universitas Sumatera Utara (USU), 27-28 Januari.
Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni pelantikan Rektor USU. Agenda utamanya jauh lebih krusial: peluncuran Konsorsium MRPTNI untuk Ketahanan Bencana Alam. USN Kolaka pun resmi mengukuhkan posisinya sebagai salah satu garda depan dalam konsorsium tersebut.
Ketua MRPTNI periode 2024–2026 Prof Dr Ir Eduart Wolok ST MT menegaskan, inisiatif ini adalah langkah konkret kampus-kampus di Indonesia untuk membentengi negara melalui penguatan sains dan teknologi mitigasi.
Mewakili Rektor USN Dr Nur Ihsan, Rina Remba menyebut keterlibatan USN dalam konsorsium ini sangat vital. Apalagi, Sulawesi Tenggara (Sultra)—khususnya Kolaka—memiliki karakteristik wilayah pesisir kepulauan yang kini tengah masif dengan aktivitas pertambangan.
”Kondisi ini mewajibkan USN sebagai PTN di Sultra untuk berpartisipasi aktif. Kami fokus pada pemetaan risiko dan pengembangan riset mitigasi bencana yang inklusif,” tegas Rina di sela-sela acara.
Bagi kampus “Merah Marun”—sebutan khas USN—platform ini bakal menjadi kawah candradimuka bagi dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas riset. Goal-nya jelas: kampus ingin memberikan solusi berbasis akademik bagi pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.
Tak hanya soal bencana, Rina juga membawa “oleh-oleh” berupa hasil evaluasi program kerja nasional. Menurutnya, poin-poin yang dibahas di Medan akan langsung disinkronkan dengan rencana kerja USN tahun 2026.
”Sepulang dari Medan, kami segera berkoordinasi. Kami ingin memastikan kebijakan nasional bisa langsung “membumi” dan menjadi program kerja aplikatif bagi civitas akademika USN,” pungkasnya.
Melalui forum ini, USN Kolaka kian mempertegas posisinya sebagai mitra strategis nasional di wilayah Sultra, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi demi mendongkrak daya saing kampus di level tertinggi.(bak)






