Menu

Mode Gelap

Terbaru · 25 Jun 2026 13:40

PT Vale IGP Pomalaa Edukasi Warga Pesouha Terapkan PHBS untuk Cegah DBD


PT Vale IGP Pomalaa Edukasi Warga Pesouha Terapkan PHBS untuk Cegah DBD Perbesar

SULTRAKITA.COM, KOLAKA – PT Vale Indonesia IGP Pomalaa kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah pemberdayaan dengan menggelar Promosi Kesehatan (Promkes) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bertajuk Kolaka Sehat, Bersih dan Berdaya di Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Kamis (25/6).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan di wilayah tersebut.

Snr. Coordinator Safety & Emergency Response PT Vale IGP Pomalaa, Deri Nurjaya Putra, mengatakan kebersihan merupakan fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.

Menurutnya, kesehatan dan produktivitas memiliki keterkaitan yang erat. Masyarakat yang hidup di lingkungan bersih cenderung memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik sehingga mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal.

“Kebersihan adalah salah satu hal paling dasar dalam kehidupan. Dari kebersihan itulah hidup kita menjadi lebih sehat. Ketika hidup sehat, kualitas hidup meningkat dan berbagai aktivitas dapat dilakukan dengan lebih mudah,” ujar Deri.

Baca juga :   TPA Minim Fasilitas, DLH Minta Warga Pilah Sampah Plastik

Ia menjelaskan program edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong produktivitas masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui peningkatan kualitas kesehatan.

“Produktivitas berawal dari kesehatan, dan kesehatan berawal dari kebersihan. Ini merupakan lingkaran yang saling berkaitan dan tidak terputus,” katanya.

Selain membahas pentingnya PHBS, kegiatan tersebut juga menitikberatkan pada upaya pencegahan DBD melalui pengelolaan sanitasi lingkungan yang baik.

Deri menuturkan, masyarakat perlu memperhatikan pengelolaan sampah, kebersihan saluran air, serta tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab DBD.

“Jangan sampai hal-hal kecil yang dianggap biasa justru menjadi penyebab munculnya penyakit. Kami ingin membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Kesehatan IGP Pomalaa, dr. Faturrahman, menjelaskan bahwa edukasi PHBS yang diberikan kepada masyarakat sejalan dengan program pemerintah dalam pengendalian penyakit berbasis lingkungan.

Menurutnya, salah satu dari 10 indikator PHBS adalah pemberantasan jentik nyamuk yang menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran DBD.

“DBD masih menjadi penyakit endemik di wilayah kita. Berdasarkan data yang kami peroleh dan selalu diperbarui bersama puskesmas, hampir setiap bulan masih ditemukan kasus DBD. Karena itu masyarakat perlu memahami bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah masing-masing,” jelasnya.

Baca juga :   SMAN 2 Baubau Kembali Torehkan Prestasi

Ia mengatakan musim penghujan meningkatkan risiko berkembangnya nyamuk Aedes aegypti karena banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.

Untuk itu, masyarakat diimbau secara konsisten menerapkan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air minimal sekali dalam sepekan, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

“Dengan membasmi jentik sejak awal, kita bisa memutus siklus hidup nyamuk. Menguras bak mandi dan tempat penampungan air seminggu sekali sangat penting untuk mencegah jentik berkembang menjadi nyamuk dewasa,” katanya.

Faturrahman menambahkan, program yang dijalankan PT Vale juga mendukung program puskesmas melalui gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik).

Melalui program tersebut, setiap rumah diharapkan memiliki anggota keluarga yang secara rutin memeriksa keberadaan jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggalnya.

“Program perusahaan ini berjalan seiring dengan program puskesmas. Ketika masyarakat semakin sadar memantau jentik di rumah masing-masing, maka risiko penyebaran DBD juga dapat ditekan,” ujarnya.

Baca juga :   Di Binongko, HALO bakal Menang Diatas 60 Persen

Terkait usulan fogging yang kerap menjadi harapan masyarakat ketika terjadi kasus DBD, Faturrahman menjelaskan bahwa metode tersebut bukan solusi utama dalam pemberantasan nyamuk.

Menurutnya, fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, sementara telur dan jentik nyamuk tetap dapat bertahan dan berkembang.

“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Yang lebih penting adalah memberantas sumbernya, yaitu telur dan jentiknya. Jika jentik dimusnahkan sejak awal, maka perkembangan populasi nyamuk dapat dicegah sehingga tidak menjadi masalah yang lebih besar,” jelasnya.

Melalui kegiatan Kolaka Sehat, Bersih dan Berdaya, PT Vale berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi kesehatan ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan produktif di wilayah operasional IGP Pomalaa.(bak)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

PLN dan ANTAM Perkuat Sinergi Jaga Keandalan Listrik

12 Mei 2026 - 11:45

PT Vale Perkuat Hilirisasi Hijau dan Ekonomi Rakyat di HUT ke-62 Sulawesi Tenggara

26 April 2026 - 11:39

Hari Bumi 2026, PT Vale Tanam Pohon dan Gaungkan Hemat Energi

22 April 2026 - 19:50

Kampanye Narasi Keberlanjutan, PT Vale Tegaskan Komitmen Good Mining Practices dan Keterbukaan Informasi Lewat Uji Kompetensi Wartawan

3 Februari 2026 - 21:13

PT Vale IGP Pomalaa Dorong Nilai Tambah Kakao Melalui Pelatihan Pengolahan di Desa Silea

2 Oktober 2025 - 12:02

Meriahkan HUT RI, Dispora Kolaka Gelar Lomba Tarik Tambang

14 Agustus 2025 - 19:21

Trending di Berita Utama