SULTRAKITA.COM, Kolaka – Atlet binaan Antam Fighting Club (AFC) menyumbangkan 10 medali emas, empat perak, dan tiga perunggu untuk Kabupaten Kolaka dalam ajang Arung Palakka Championship 2026 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 25–27 September 2026.
Capaian tersebut menyumbang 71 persen dari total 14 medali emas yang diraih Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kolaka dalam kejuaraan yang memperebutkan Piala Bupati Bone itu.
Kejuaraan tahunan tersebut diikuti 840 atlet. AFC menurunkan 21 atlet yang berasal dari tiga perguruan silat, yakni Perisai Diri, Tapak Naga, dan Tapak Suci.
Perisai Diri yang diperkuat 11 atlet meraih lima medali emas, empat perak, dan dua perunggu. Sementara itu, Tapak Naga dengan lima atlet menyumbangkan dua emas dan tiga perunggu. Adapun Tapak Suci yang juga menurunkan lima atlet meraih tiga emas, dua perak, dan satu perunggu.
Secara keseluruhan, IPSI Kabupaten Kolaka mengoleksi 14 medali emas, sembilan perak, dan enam perunggu. Kontingen Kolaka juga meraih satu penghargaan Atlet Terbaik Dewasa Putri.
General Manager PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Kolaka sekaligus Ketua Dewan Pembina AFC dan Perisai Diri, Andik Yudiarto, mengaku bangga atas pencapaian para atlet binaan tersebut.
Menurut dia, prestasi di Arung Palakka Championship 2026 menjadi langkah awal sekaligus ajang persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Pembinaan atlet pencak silat tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Kolaka untuk mendukung pengembangan potensi generasi muda di bidang olahraga.
Selain pencak silat, ANTAM juga mendukung pembinaan atlet pada sejumlah cabang olahraga, di antaranya tenis, panahan, menembak, dan bulu tangkis.
Andik mengatakan, perusahaan berkomitmen melanjutkan dukungan terhadap pengembangan bakat dan prestasi olahraga generasi muda di Kabupaten Kolaka.
ANTAM juga berharap dapat menyelenggarakan kejuaraan serupa pada 2027 dengan skala yang sama atau lebih besar. Ajang tersebut diharapkan menjadi wadah bagi atlet muda untuk mengembangkan kemampuan dan membuka peluang berkompetisi di tingkat nasional hingga internasional, termasuk melalui Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan pencak silat dunia.(*/bak)






