Menu ✖

Mode Gelap

Sulselkita · 14 Nov 2025 14:49

Andi Muhammad Iqbal Walinono Ukir Prestasi Akademik Keenam, Tekankan Pentingnya Pemerintahan yang Bersih


 Andi Muhammad Iqbal Walinono Ukir Prestasi Akademik Keenam, Tekankan Pentingnya Pemerintahan yang Bersih Perbesar

SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Andi Muhammad Iqbal Walinono, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) muda, tidak berhenti membuat kagum. Hanya dalam hitungan bulan setelah menyabet gelar A.Kp dari IPDN Bogor sebagai Lulusan Terbaik III, Camat Tanete Riattang Timur ini kembali meraih gelar Magister Hukum (MH) dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jumat (14/11). Ia lulus dengan predikat A (Sangat Memuaskan).

Pencapaian ini sekaligus menempatkannya dalam posisi yang sangat istimewa. Dengan gelar MH ini, mantan Kabid Anggaran BKAD Bone tersebut kini secara resmi mengantongi enam gelar akademik, menjadikannya satu-satunya ASN di Kabupaten Bone yang memiliki segudang titel: Dr. Andi Muhammad Iqbal Walinono, SE., A.Kp., M.Si., MH., CFRM.

“Alhamdulillah, gelar A.Kp di IPDN saya anggap sebagai kado awal tahun. Hari ini, gelar MH saya jadikan kado akhir tahun. Puji syukur kepada Allah SWT,” ujarnya.

Tesis yang mengantarkannya pada gelar MH ini bukanlah penelitian biasa. Andi Iqbal mengangkat topik yang sangat relevan dan vital: “Peranan Asas-Asas Penyelenggaraan Pemerintahan dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Baik dan Bersih.”

Baca juga :  Tingkatkan Kompetensi, 138 CPNS Ikut Latsar

Dalam penelitiannya, Ia membedah bagaimana Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) berfungsi sebagai tameng etis dan yuridis untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dan melindungi hak-hak warga negara.

Dengan menganalisis putusan pengadilan seperti Putusan PTUN Nomor 86/G/2024/PTUN.MKS, tesisnya membuktikan bahwa pelanggaran terhadap AUPB seringkali menjadi alasan kuat untuk membatalkan keputusan administratif yang dianggap tidak adil atau tidak cermat.

Menurut Iqbal, AUPB bukan sekadar teori di atas kertas. Dalam era yang menuntut transparansi dan akuntabilitas, asas-asas ini adalah jiwa dari pemerintahan modern.

“AUPB menghubungkan nilai hukum, moralitas, dan kepentingan umum secara harmonis. Setiap tindakan administrasi tidak hanya dinilai ‘legal’ atau ‘tidak’, tetapi juga ‘adil’ atau ‘tidak’, ‘transparan’ atau ‘tidak’,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mekanisme kontrol. Masyarakat kini memiliki banyak jalur untuk mengoreksi kesalahan pemerintah, mulai dari mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), melaporkan ke Ombudsman, hingga melibatkan KPK. Jaringan pengawasan inilah yang memperkuat fondasi pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

Baca juga :  Tudingan Terhadap PT CNI Dinilai Tak Berdasar dan Provokatif

Dari penelitian mendalamnya, Andi Iqbal memberikan beberapa rekomendasi strategis; yakni memperkuat eksekusi putusan PTUN agar putusan pengadilan tidak mandek dan memberikan daya paksa yang lebih kuat pada rekomendasi lembaga pengawas seperti Ombudsman.

Rekomendasi lain yaitu peningkatan kapasitas ASN melalui pendidikan hukum administrasi yang berkelanjutan untuk menanamkan budaya sadar hukum di semua lini birokrasi.

Andi Muhammad Iqbal Walinono adalah bukti nyata seorang ASN yang menjadi pelayan publik yang sekaligus pemikir dan agen perubahan.

Di tengah kesibukannya memimpin kecamatan, Ia menunjukkan komitmen untuk terus belajar dan berkontribusi melalui ilmu pengetahuan tidak pernah padam.

Figurnya menjadi inspirasi: bahwa birokrasi masa depan membutuhkan lebih banyak pejabat yang tidak hanya berintegritas, tetapi juga berpengetahuan luas, memahami bahwa melayani rakyat membutuhkan fondasi ilmu yang kokoh dan komitmen pada prinsip-prinsip pemerintahan yang baik dan bersih. (WRD)

Artikel ini telah dibaca 83 kali

Baca Lainnya

Siapkan 26 Venue Porprov Sulsel 2026, Wabup Bone Kejar Penyelesaian 4 Catatan Penting

15 Oktober 2026 - 19:33

Demi Permudah Petani Angkut Gabah, Kodim Bone Bangun Jembatan Beton di Desa Cinennung

15 Oktober 2026 - 19:19

Saat Udara Bone Tak Sehat, Asap Pembakaran Justru Terus Mengepul

14 Oktober 2026 - 16:57

Proyek Hilirisasi Ayam Mulai Digarap di Bone, Mentan Amran Target Rampung 2027

25 September 2026 - 11:01

Lestarikan Budaya, Bupati Bone Tebar 8.000 Benih Ikan untuk Ketahanan Pangan di Libureng

16 September 2026 - 15:35

Bupati Bone Dorong Revolusi Pertanian, Teknologi Jadi Kunci Dongkrak Produksi dan Kesejahteraan Petani

10 September 2026 - 15:27

Trending di Sulselkita