Memberi Bukti Dengan Inovasi & Kerja Tulus
Di balik senyum tenang dan tutur katanya yang santun, siapa sangka pria muda bernama Rahmat H. Andi Goa, S.STP., M.A.P. ini baru saja menorehkan prestasi membanggakan di dunia birokrasi Sulawesi Tenggara.
Ia menjadi peserta termuda sekaligus peraih predikat terbaik keempat dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Selama lebih dari empat bulan, sejak 16 Juni hingga 22 Oktober 2025, Rahmat dan puluhan peserta lainnya menempuh proses pelatihan yang menuntut disiplin, kemampuan berpikir strategis, serta inovasi nyata dalam memecahkan persoalan birokrasi.
Namun, bagi Rahmat, semua itu bukan sekadar pelatihan melainkan panggung pembuktian bahwa generasi muda ASN juga bisa menjadi motor perubahan.
Inovasi yang diusung Rahmat berjudul “Sistem Informasi Penatausahaan Aset pada Dinas PRKP&P Provinsi Sultra.”
Ide ini lahir dari keprihatinannya melihat data aset yang masih dikelola secara manual, sering kali membuat proses pemantauan lambat dan kurang efisien.
“Awalnya sederhana, saya hanya ingin membantu mempermudah pekerjaan teman-teman di kantor. Tapi setelah saya kaji, ternyata sistem digital bisa memberikan dampak besar, bukan hanya untuk efisiensi, tapi juga transparansi publik,” ujarnya tersenyum.
Lewat sistem digital buatannya, kini data aset pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertahanan Provinsi Sultra dapat diakses lebih cepat, akurat, dan aman.
Sebuah langkah kecil yang mencerminkan cara berpikir baru di tengah birokrasi yang terus berbenah.
Rahmat tidak melupakan siapa saja yang telah membantunya. Ia menyebut keberhasilan itu berkat bimbingan Kepala Dinas PRKP dan P, Ir. H. Muhammad Nurjaya, ST., MT., dan mentor Muslimin Makaraeng Sikki, ST., M.PW., yang sabar memantau dan memberi arahan selama penyusunan laporan aksi perubahan.
“Saya belajar banyak dari beliau berdua, bukan hanya soal teknis, tapi tentang kepemimpinan yang bijak dan membumi,” tutur Rahmat.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tim efektif Subbag Tata Usaha, serta tim eksternal Ridwan dan Syarif yang setia mendampinginya hingga proyek itu tuntas.
Menjadi peserta termuda di tengah senior bukan hal mudah. Tapi Rahmat membuktikan bahwa usia tidak menentukan kedewasaan berpikir.
Baginya, tantangan justru menjadi bahan bakar untuk terus berproses.
“Target saya sebenarnya tiga besar,” katanya sambil tertawa kecil. “Tapi posisi keempat ini pun sudah luar biasa. Yang penting saya belajar banyak dan bisa memberi manfaat bagi instansi,” paparnya.
Dalam wawancara bersama majalah SI-ASITA, ia menegaskan kalimat yang kini menjadi moto hidupnya One small step toward the future. satu langkah kecil menentukan masa depan.
Baginya, penghargaan bukan tujuan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang sebagai abdi negara.
Sebagai lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Rahmat dikenal sebagai sosok rendah hati, pekerja keras, dan penuh rasa ingin tahu.
Rekan-rekannya menyebutnya tipe ASN yang tidak banyak bicara, tapi selalu bekerja tuntas.
Kinerjanya menjadi cerminan wajah baru birokrasi Sulawesi Tenggara — birokrasi yang tidak lagi kaku, tapi terbuka terhadap ide, teknologi, dan perubahan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sendiri kini gencar mendorong peningkatan kualitas SDM aparatur. Melalui berbagai pelatihan, termasuk PKP, pemerintah berharap lahir ASN unggul, berakhlak, dan berorientasi pelayanan publik. Rahmat menjadi bukti nyata dari cita-cita itu.
Rahmat mungkin belum lama mengabdi sebagai ASN, tapi langkah kecilnya telah meninggalkan jejak besar. Ia menunjukkan bahwa profesionalisme, integritas, dan inovasi bisa berjalan berdampingan dengan kerendahan hati dan semangat belajar.
“Bagi saya, penghargaan ini bukan akhir, tapi awal. Karena tugas seorang ASN sejati adalah terus belajar, berbuat, dan memberi manfaat,” ujarnya menutup percakapan dengan mata berbinar.
Dari ruang kecil di Dinas PRKP&P Sultra, Rahmat memulai langkahnya.
Satu langkah kecil yang perlahan menuntun menuju masa depan birokrasi yang lebih modern, transparan, dan manusiawi. (Ant)






