Menu

Mode Gelap

Nasional · 14 Mar 2022 22:24 WITA

Balitbang Kemendagri Berganti Nama menjadi BSKDN


 Eko Prasetyanto (kanan) menandatangani berita acara serah terima jabatan Kepala BSKDN dari Agus Fatoni (berdiri). Foto: dokumentasi BSKDN Perbesar

Eko Prasetyanto (kanan) menandatangani berita acara serah terima jabatan Kepala BSKDN dari Agus Fatoni (berdiri). Foto: dokumentasi BSKDN

SULTRAKITA.COM, JAKARTA – Dengan disahkannya Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2021 tentang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berdampak pada transformasi kelembagaan di lingkup Kemendagri, salah satunya terjadi di Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang). Melalui peraturan anyar tersebut, Badan Litbang akan berubah menjadi Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN).

Bahkan, Eko Prasetyanto dilantik sebagai Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri pada Kamis (10/3) lalu.

Senin (14/3) dilakukan serah terima jabatan (sertijab) dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Agus Fatoni kepada Eko Prasetyanto di Kantor BSKDN, Jakarta.

Kepala BSKDN Eko mengajak seluruh jajarannya untuk meningkatkan sinergitas kelembagaan dalam menuntaskan tanggung jawab pekerjaan.

“Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bagaimana perjuangan yang telah dilakukan sebelumnya dapat terus ditingkatkan dan dilanjutkan. Memang perjuangan tidak makin mudah, tetapi kalau kita (jajaran BKSDN) bisa bersinergi, saya kira akan lebih ringan,” ucap Eko di hadapan seluruh jajaran pimpinan, pegawai, dan Dharma Wanita BSKDN.

Eko mengucapkan terima kasih kepada Kepala Badan Litbang Kemendagri sebelum bertransformasi menjadi BSKDN, Agus Fatoni. Eko mengatakan di bawah pimpinan Agus Fatoni, kinerja Balitbang terangkat.

“Saya berharap Pak Fatoni tetap terus bersinergi dengan BSKDN,” tambah Eko.

Eko mengatakan, salah satu tugas yang mesti dituntaskan ke depan adalah memperkenalkan lembaga BSKDN kepada publik, yang sebelumnya bernama Badan Litbang Kemendagri.

Menurutnya, masih banyak pihak yang belum familier dengan nama dan peran BSKDN.

”Saya minta kepada Pak Dirjen, Bapak, dan Ibu sekalian, untuk ikut menyosialisasikan badan ini sehingga menjadi badan yang populer dan diterima oleh semua pihak, menjadi badan yang benar-benar berkontribusi dalam isu dan kebijakan, baik yang sedang atau akan dilakukan Kementerian Dalam Negeri,” pungkas Eko.

Sementara itu, Agus Fatoni yang dipromosikan menjadi Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah (Dirjen Keuda) Kemendagri mengatakan, kerja sama antarlembaga akan memberikan dampak baik untuk semua pihak.

“Jalinan kerja sama tentu menjadi sebuah usaha yang sangat bermanfaat, baik untuk BSKDN, Dirjen Keuda, dan Kemendagri secara menyeluruh. Banyak kerja yang sudah kita (Balitbang) lakukan bersama. Terus bersinergi sangat penting dalam menjalankan tugas-tugas ke depannya,” ujar Agus Fatoni.

Ia mengatakan, hubungan BSKDN dengan Dirjen Keuda telah terjalin erat sejak lama. Hal ini menjadi modal yang baik untuk membangun sinergitas lembaga.

“Banyak orang Keuangan Daerah (PNS di Ditjen Keuda) mengawali karier dari Badan Litbang, begitu juga sebaliknya. Hubungan yang sangat baik ini mesti kita manfaatkan, sehingga terbangun budaya kerja sama. Kita (jajaran Kemendagri) tidak dapat bekerja sendiri-sendiri. Kita juga tidak perlu berebut pekerjaan. Saya yakin, sebuah pekerjaan dapat dikerjakan bersama dengan porsinya masing-masing. Semoga ini bisa kita tuangkan dalam kerja-kerja yang lebih nyata,” tambah Fatoni. (esy/jpnn)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

PT Vale Bukukan Laba Bersih 67,6 juta US Dollar

10 Mei 2022 - 14:29 WITA

PT Vale Umumkan Laporan Produksi Triwulan I 2022

20 April 2022 - 09:47 WITA

PT Vale Indonesia

ASDP Terapkan Pembayaran Tiket Nontunai di Pelabuhan Bajoe dan Kolaka

16 April 2022 - 08:51 WITA

Jaga Pasokan Listrik Selama Ramadan, PLN Siagakan 47.090 Personil

5 April 2022 - 21:51 WITA

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 3 April 2022

1 April 2022 - 20:32 WITA

Kemendikbudristek Didesak Perjuangkan Nasib 193.954 Guru Lulus Passing Grade

29 Maret 2022 - 08:04 WITA

Trending di Nasional
error: Content is protected !!