Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 5 Jun 2025 09:06

Bupati Bone Sulap Sampah Plastik Jadi Sapi Kurban: Inovasi Ramah Lingkungan yang Memberi Manfaat Ganda


Bupati Bone Sulap Sampah Plastik Jadi Sapi Kurban: Inovasi Ramah Lingkungan yang Memberi Manfaat Ganda Perbesar

SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Siapa sangka, tumpukan sampah plastik yang sering dianggap sebagai masalah lingkungan justru berubah menjadi berkah bagi masyarakat Kabupaten Bone?

Berkat inisiatif Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman bersama Dinas Lingkungan Hidup, ribuan kilogram sampah plastik berhasil “disulap” menjadi sapi kurban untuk Idul Adha 1446 H/2025.

Program unik ini tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga membuktikan bahwa limbah plastik bisa memiliki nilai ekonomi tinggi.

Melalui gerakan pengumpulan dan daur ulang sampah, warga secara gotong-royong mengonversi plastik bekas menjadi pundi-pundi rupiah, yang kemudian dialokasikan untuk membeli hewan kurban.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyatakan bahwa program ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendorong masyarakat untuk melihat sampah sebagai sumber daya, bukan lagi sebagai masalah.

“Alhamdulillah, hari ini kita membuktikan bahwa sampah plastik bisa menjadi sesuatu yang bernilai. Apa yang awalnya dianggap tidak berguna, kini berubah menjadi sapi kurban yang bermanfaat bagi banyak orang. Ini adalah hasil kerja keras dan kesadaran masyarakat Bone,” ujarnya, Kamis (5/6).

Baca juga :   Amankan TPS Pemilu 2024 Polres Bone Kerahkan 774 Personel

Program ini dimulai dengan pengumpulan sampah plastik dari Kantor Pemerintah, rumah tangga, pasar, dan tempat umum. Sampah tersebut kemudian dijual ke bank sampah atau pengelola daur ulang, dan hasil penjualannya dikumpulkan sebagai dana pembelian sapi.

Tidak hanya mengurangi beban lingkungan, langkah ini juga mendorong ekonomi sirkular—di mana sampah dipandang sebagai bahan baku baru yang bisa menghasilkan uang.

Selain mengurangi polusi plastik, program ini juga memberikan manfaat sosial. Sapi kurban yang dibeli dari hasil penjualan sampah akan didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu, sehingga kebaikan ini berputar dari, oleh, dan untuk warga Bone sendiri.

Kedepan, Pemkab Bone berencana memperluas gerakan ini dengan melibatkan lebih banyak desa dan sekolah untuk menciptakan kesadaran lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Meski sudah membuahkan hasil, program ini masih membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Edukasi tentang pemilahan sampah dan pengelolaan limbah plastik harus terus digencarkan agar gerakan ini berkelanjutan.

“Kami ingin ini menjadi budaya, bukan sekadar proyek sesaat. Jika semua pihak bergerak bersama, sampah bisa menjadi sumber rezeki, bukan lagi sumber bencana,” tegas Bupati Andi Asman.

Baca juga :   Jaga Kamseltibcar Lantas Jelang Nataru, Satlantas Polres Bone Gelar FGD

Dengan inovasi seperti ini, Bone membuktikan bahwa kepedulian lingkungan dan kepedulian sosial bisa berjalan beriringan—menjadikan sampah plastik sebagai jalan menuju kebaikan bersama. (WRD)

Artikel ini telah dibaca 64 kali

Baca Lainnya

Perkuat Strategi Keuangan Berkelanjutan, PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Sindikasi Berbasis ESG Senilai US$750 Juta

23 April 2026 - 20:45

USN Kolaka Gandeng PT Ceria, Perkuat Pendidikan Berbasis Industri

22 April 2026 - 14:25

Dukung Indonesia Bebas TBC 2030, PT Vale Gencarkan Sosialisasi PHBS

21 April 2026 - 14:55

Perkuat Intervensi Penurunan Stunting di Kolaka, PT Vale Indonesia Dukung Stranas Stunting dan SDGs Kesehatan

20 April 2026 - 20:54

Bantu Tekan Risiko Stunting di Bumi Mekongga, PT Vale Terima Penghargaan Khusus

20 April 2026 - 15:28

PJW Bongkar Praktik Galian C Ilegal di Wakatobi, Oknum APH Diduga Terlibat

18 April 2026 - 10:55

Trending di Berita Utama