Menu

Mode Gelap

Terbaru · 30 Agu 2017 18:51

Dana BOP PAUD Dua Kali Disunat?


 Dana BOP PAUD Dua Kali Disunat? Perbesar

SULTRAKITA.COM, Wakatobi – Polemik adanya dugaan pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang dilakukan Kepala Bidang (Kabid) PAUD Dinas Pendidikan kabupaten Wakatobi terus disuarakan.

Kejanggalan pencairan BOP PAUD 2017 ini disuarakan oleh La Ode Budianse, Ketua Gugus UPTD Wangi-wangi sekaligus Kepala PAUD Petani Berdasi saat ditemui, Selasa (29/8) lalu.
Ketua Gugus UPTD Kecamatan Wangi-wangi, La Ode Budianse memaparkan, awal pertemuan para kepala PAUD bersama Kabid PAUD Dinas Pendidikan Wakatobi La Sudi beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu disepakati pengusulan RKAS oleh penyelengara PAUD merujuk pada Permendikbud nomor 4 Tahun 2017 tentang Juknis Penggunaan DAK Nonfisik BOP PAUD, sebesar Rp600 ribu persiswa, dihitung sesuai jumlah siswa yang terdaftar di satuan pendidikan per 31 Desember 2016.
La Ode Budianse, yang juga kepala PAUD Petani Berdasi kemudian menyusun RKAS satuan pendidikan miliknya sebesar Rp37.800.000. Jumlah tersebut ia peroleh berdasarkan jumlah 63 siswa binaannya yang telah terdata valid di Dapodik.

Anehnya, beberapa minggu kemudian, tiba-tiba ada kejanggalan. Ia mengaku bingung, sebab realisasi dana BOP yang diterima satuan pendidikannya, tidak sesuai juknis.
“Saya tidak tahu darimana sumbernya, kenapa mendadak dana BOP kami menjadi Rp23.400.000. Inikan tidak jelas sumbernya,” ujarnya.

Baca juga :   Pengusaha Muda Fadel Christopol Ajak Masyarakat Teladani Nabi Muhammad SAW

Budianse menuturkan, pada saat meminta konfirmasi ke bidang PAUD, pihak staf menyebutkan aplikasi Jemendikbud salah menginput data. Saat itu ia mengaku heran, sebab untuk pertama kalinya aplikasi penghitungan anggaran bisa salah. Lebih anehnya lagi, perubahan perhitungan dana BOP PAUD oleh Dinas Pendidikan itu, tidak diikuti perubahan Juknis dari Kemendikbud.
“Juknis BOP 2017 itu kan Peraturan Menteri (Permen).

Jadi kalau ternyata itu salah, kenapa tidak dijelaskan melalui Permen yang baru lagi? Kan itu aneh,” ungkap Budianse.
Selanjutnya, pihak penyelenggara satuan pendidikan menyusun RKAS baru berdasarkan angka yang sudah ditetapkan Dinas Pendidikan. Disinilah muncul dugaan adanya paksaan dari Kabid PAUD untuk mentransfer sejumlah uang ke CV Putri Monapa.

“Saya katakan paksaan karena disampaikan bahwa tidak akan diberikan rekomendasi jika tidak mengisi slip transfer ke CV Putri Monapa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, awalnya ada arahan untuk membeli perlengkapan belajar di CV Jabal Rahman, tapi tidak ada unsur paksaan. Ia merasa terpaksa, ketika anggaran yang sudah masuk ke lembaga satuan PAUD dan dipaksa transfer ke rekening CV Putri Monapa.

Baca juga :   Pasca Pilkada, PKB Sultra Dorong Persatuan Tanpa Provokasi

“Dari kejadian ini, sebagai kepala PAUD Petani Berdasi dan sebagai ketua gugus, kami akan adakan rapat dan meminta pertanggung jawaban dari pihak-pihak yang terlibat dengan kegiatan ini, kami akan menanyakan sumber kita darimana dan juknis apa yang kita pakai. Padahal setahu kami, menurut juknis kuasa pengguna anggaran adalah kepala sekolah PAUD, kenapa ada tekanan-tekanan, kenapa ada perencanaan lain yang tidak dikehendaki oleh kuasa pengguna anggaran,” paparnya.

Lebih jauh, Budianse menjelaskan dirinya tidak bisa langsung menyebutkan ada atau tidaknya pemotongan, namun ini harus dikaji bersama darimana sumber juknis yang ditetapkan oleh bidang PAUD Dinas Pendidikan Wakatobi. Karena dari awal sudah ada kejanggalan. Dari total 63 siswa, data Dapodik per 31 Desember 2016, tiba-tiba alokasi dana BOP PAUD tidak dihitung berdasarkan jumlah siswa lagi, karena realisasi dana BOP PAUD yang diterima tidak sesuai dengan juknis, yaitu Rp600 ribu tiap siswa. Ini tidak hanya terjadi di PAUD Petani Berdasi saja, tapi di semua PAUD di Gugus Kecamatan Wangi-wangi.
“Saya bisa pertanggungjawabkan dimata hukum dan dimata Tuhan, bahwa semua jumlah BOP di Gugus UPTD Kecamatan Wangi-wangi tidak dihitung Rp600 ribu per kepala,” tegasnya.

Baca juga :   Febri Hidayat - La Ode Puasa: Untuk Wakatobi Lebih Baik

Ia menambahkan, pada saat pencairan dana BOP PAUD di Bank, kepala sekolah disodorkan dua slip oleh oknum pegawai bidang PAUD, yaitu slip penarikan dan slip transfer. Jadi pencairan, sekaligus transfer, bukti transfer yang asli langsung diambil oleh mereka, dengan alasan diminta oleh Dinas, PAUD hanya pegang foto copy.
“PAUD mentransfer ke rekening CV Putri Monapa atas arahan Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Wakatobi,” ungkapnya.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pelaksana Kepala Dinas Pendidikan Wakatobi, namun dari keterangan Kabid PAUD La Sudi, pihaknya mengakui adanya pemotongan dana BOP PAUD dan arahan untuk mentransfer dana ke rekening CV Putri Monapa. Ia menjelaskan, pemotongan dilakukan bervariasi sesuai anggaran di tiap-tiap PAUD.
“Pemotongan itu tidak sampai 60 persen pak. Saya lakukan ini supaya PAUD bisa lebih baik dan seragam serta lengkap semuanya.” tutur La Sudi beberapa waktu lalu. (man)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemkab Koltim Fokus Tingkatan Kinerja dan Reformasi Birokrasi

4 Juni 2024 - 20:21

PT Vale Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Luwu

7 Mei 2024 - 12:17

Peringati Hari Ibu, Sekda Sultra Ajak Semua Pihak Hargai Perjuangan Perempuan

23 Desember 2023 - 07:51

Kelola Sampah secara Terpadu, Antam Gagas Program Momahe

11 Desember 2023 - 17:31

sultrakita.com, Pengelolaan Sampah Antam

Serikat Pekerja PT Antam UBPN Kolaka Bantu Rakyat Palestina

8 Desember 2023 - 17:17

PT Vale Raih CSA Awards 2023 Kategori The Best Materials Sector on the Main Board

24 November 2023 - 14:15

CSA Award
Trending di Terbaru