SULTRAKITA.COM, KOLAKA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menyelenggarakan debat kedua untuk paslon cagub dan cawagub Sulawesi Tenggara, pada Jumat (1/10/2024). Sebanyak empat paslon saling adu gagasan dalam debat kedua yang diselenggarakan di Kabupaten Kolaka. Dalam debat kedua kali ini, keempat paslon menyampaikan visi misi mereka.
Paslon nomor urut 1 Ruksamin-Sjafei Kahar akan mendorong peningkatan daya saing daerah. Ruksamin mengatakan, perbaikan daya saing daerah merupakan kata kunci percepatan pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan. Menurutnya, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam meningkatkan kesejahteraan seperti ketimpangan ekonomi, kemiskinan, pengangguaran, ketimpangan sosial, kurangnya akses pendidikan, kesehatan dan bencana alam.
Angka kemiskinan di Sultra sebesar 11,21 persen, masih diatas rata rata kemiskinan nasional sebesar 9,03 persen atau menempati urutan ke 25. Indeks daya saing daerah tahun 2023 sebesar 3,36 poin masih dibawah rata rata nasional sebesar 3,44 persen dan menempati urutan ke 22 nasional. Hal ini disebabkan karena pilar sumber daya manusia dan pilar sumber daya infrastruktur yang masih lemah. Daya saing infrastruktur sultra sebesar 2.16 point masih jauh nilai rata rata nasional yang menempati urutan ke 27.
“Kami hadir untuk menjawab hal tersebut dengan membawa visi dan misi Sultra menjadi Pusat Energi Dunia, Maju, Madani dan berkeadilan yang menekankan pada pertumbuhan ekonomi di sultra yang berkualitas dan konsisten berbasis pada pengelolaan sumber daya strategis,” ujarnya.
Sementara paslon nomor urut 2 Andi Sumangerukka (ASR) dan Hugua mengatakan, meningkatkan sumber daya manusia untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. kedua membangun infrastruktur agar pengentasan kemiskinan semakin mudah.
“Ada pesan para pendahulu tentang jiwa kepahlawan. Jiwa kepahlawanan itu adalah saling membagi, bukan saling mencerca, saling menghina, insya allah apabila diberikan kesempatan memimpin, kita akan memegang dua prinsip, yang pertama adalah kebenaran, kedua adalah kebaikan,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Hugua. Ia mengatakan, sebelumnya semua melawan penjajah. Namun sekarang adalah melawan kemiskinan dan ketidak adilan. “Dulu kita berjuang untuk mengusir penjajah, sekarang kita menegakkan kebenaran dan ekadadilan. kami akan memperjuankan hak hak pendidikan, kesehatan, meningkatkan daya beli dan lainnya,” tandasnya.
Sedangkan paslon nomor urut 3, Lukman Abunawas dan Laode Ida memaparkan visi misi mewujudkan Sultra Emas yang Amanah. Ia mengatakan, untuk mewujudkan Sultra Emas yang Amanah diantaranya Amanah pembangunan harus adil merata, mencapai aman dan sejatera.
“Dengan visi kita akan meningkatkan sumberdaya manusia, meningaktkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, menjalankan tugas dengan transparan dan akuntabel. Insya allah progam kami sangat sesuai dengan program dengan pak presiden yakni sultra sehat, Sultra cerdas kita kembangkan SDM ASN dan guru, termasuk fasilitas peningkatan pelayangan penghasilan pegawai,” tandasnya.
Untuk paslon nomor urut 4 Tina Nur Alam- LM Taufik Ridwan berkomitmen untuk memastikan seluruh warga Sultra dapat mengenyam pendidikan hingga tingkat tertinggi. Ia mengatakan, Paslon Tina Nur Alam dan La Ode Muhammad Ihsan Taufik Ridwan berkomitmen untuk memastikan seluruh warga Sultra dapat mengenyam pendidikan hingga tingkat tertinggi.
“Dengan visi Bahteramas Berlayar Kembali, kami bertekad mewujudkan Sultra yang sejahtera, maju, dan menjadi pusat pembangunan di Indonesia Timur,” ujar Tina Nur Alam.
Ia menjelaskan, Untuk mencapai visi tersebut peningkatan kualitas dan akses pendidikan yang inklusif akan menjadi prioritas utama dalam programnya. Menurutnya, pendidikan inklusif bukanlah hal baru, mengingat perannya selama ini sebagai anggota DPR RI Komisi X, dimana telah menyalurkan beasiswa kepada ribuan pelajar melalui jalur aspirasi.
“Alhamdulillah melalui jalur aspirasi ini, banyak yang telah terbantu. Insya Allah, bersama Tina-Ihsan, tidak ada lagi yang putus sekolah di Sultra,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Sultra, Asril berharap dengan diselenggarakannya debat kali ini masyarakat Sultra yang awalnya masih memiliki keraguan, dapat menentukan pilihannya dari gagasan yang disampaikan para calon gubernur dan calon wakil gubernur pada debat kedua kali ini.
“Debat publik merupakan bagian tahapan kampanye yang difasilitasi KPU. Tentu dengan ini, saya berharap seluruh paslon manfaatkan baik baik kesempatan ini. Sampaikan visi dan misi dan program kerja, agar masyarakat mudah memahami, sehingga bisa menentukan pilihannya,” tandasnya. (ANT)






