SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone bersama Ratusan Mahasiswa menggeruduk Kantor Kepolisian Resor (Polres) Bone, di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Tanete Riattang Timur, Rabu (12/3).
Mereka berunjuk rasa mengecam dugaan suap yang dilakukan oleh Kasat Narkoba AKP Aswar dalam kasus narkoba yang ditanganinya.
Hal tersebut mencuat dari screenshot chat Whatsapp yang beredar di media sosial diduga oleh Kasat Narkoba dengan salah satu terduga kasus narkoba, dimana dalam WA tersebut terjadi tawar menawar harga damai kasus narkoba senilai 70 juta rupiah.
Tidak terima akan hal tersebut Forbes Anti Narkoba Bone menyatakan perang melawan oknum aparat yang diduga ada main dalam kasus narkoba, mereka menuntut keadilan agar semua aparat yang terlibat diberikan sanksi keras.
Jenderal Lapangan aksi unjuk rasa Forbes Anti Narkoba Andi Ardiman menyatakan kekecewaannya terhadap kasat Narkoba yang diduga atur damai kasus narkoba, dimana sebagai kasat narkoba seharusnya punya kewajiban untuk menegakkan keadilan dalam mengungkap dan mengamankan para bandar, pengedar serta kurir narkoba sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Sejujurnya kami dari Forbes Bone prihatin akan hal ini, kami sebenarnya mencintai kepolisian namun ada oknum-oknum yang memang harus dilumpuhkan karena menciderai secara nyata institusi polri khususnya Polres Bone, kami berharap semoga hal ini menjadi bahan evaluasi internal untuk membenahi citra Polri,” ucapnya.
Sementara itu Ketua I Forbes Anti Narkoba, Anto Syambaniadam membacakan pernyataan sikap dan beberapa tuntutan terhadap kepolisian untuk segera ditindak lanjuti selama tujuh hari kedepan.
“Kami yang tergabung dalam Forum Bersama Anti Narkoba Kabupaten Bone menyatakan kekecewaan dan kemarahan atas bobroknya institusi polisi di wilayah ini, alih-alih menjadi benteng perlindungan masyarakat, Polres Bone justru menjadi sarang oknum yang menciderai kepercayaan rakyat, kasus demi kasus terlihat betapa hukum masih tajam kebawah dan tumpul keatas. Kami hadir untuk menuntut kejelasan dan tindakan tegas atas praktik busuk yang mencoreng nama kepolisian,” tegasnya.
Adapun tuntutan Forbes Bone dalam aksi unjuk rasa tersebut yaitu :
1. Mendesak Kasat Narkoba Bone untuk segera mundur dari jabatannya,
2. Mendesak kapolres Bone untuk segera mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas bobroknya institusi polres Bone.
3. Mendesak polda sulsel untuk mengusut tuntas oknum anggota polda yang terlibat dalam kasus ini dan memberikan sanksi tegas tanpa tebang pilih
4. Mendesak kapolri untuk mencopot Kasat dan kanit sat res narkoba polres bone sebagai bagian dari pembersihan institusi kepolisian dari oknum yang mencoreng nama baik Polri.
5. Mendesak Kapolri untuk melakukan reformasi di Polres Bone agar kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan dan penegakan hukum berjalan dengan adil dan profesional.
“Jika tuntutan ini tidak dipenuhi dalam waktu 7 hari kerja maka kami akan melakukan laporan ke Reskrim dan Propam Polda Sulsel dan Divpropam Mabes Polri dan melakukan aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar,” pungkas Anto. (WRD)






