Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 1 Jan 2022 11:05 WITA

Peringati Haul GusDur, Gemasaba Sultra Gelar Doa Bersama


 Peringati Haul GusDur, Gemasaba Sultra Gelar Doa Bersama Perbesar

SULTRAKITA.COM, KENDARI — Memperingati hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa GusDur, Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) menggelar doa bersama di Aula Kantor Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat 31 Desember 2021.

Mantan Presiden RI ke-4 itu wafat pada 30 Desember 2009. Di tanggal tersebut, banyak warga Indonesia menggelar haul atau memperingati wafatnya GusDur.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gemasaba Sultra Israfil Muhajirin menyatakan, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai lintas organisasi pemuda dan mahasiswa di Sulawesi Tenggara.

“Turut hadir pula dari Kesbangpol Provinsi Sultra membawakan materi tentang kepemimpinan GusDur,” kata Israfil dalam keterangannya.

Dalam forum itu, lanjut Israfil, semua peserta memberikan testimoni positif terhadap kepemimpinan GusDur selama ini. Sebab, kata dia, organisasi yang hadir mengidolakan karakter GusDur soal pluralisme dan keberagaman.

“Tadi Ketua Pemuda Katolik juga memberikan testimoni bagaimana memandang GusDur sebagai tokoh dan guru bangsa yang mengajarkan kebhinekaan dan pluralisme,” ujarnya.

Israfil menuturkan, meski GusDur telah wafat, namun pemikiran dan cara pandangnya masih relevan dengan situasi Indonesia saat ini.

“Di tengah dikotomi politik dan politik identitas, kita butuh sosok seperti GusDur. Pemikirannya akan selalu sejalan dengan kondisi Indonesia yang memiliki keragaman suku, bahasa daerah dan perbedaan pandangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sultra Jaelani menyebut, peringatan haul GusDur tak hanya seremonial belaka.

Menurutnya, ada banyak pesan-pesan dari guru bangsa itu yang harus ditanamkan dalam sanubari generasi muda saat ini.

“Banyak pemikiran-pemikiran GusDur tak akan pernah lekang oleh waktu dan zaman,” kata Jaelani.

Salah satu pemikiran GusDur yang paling fenomenal, kata Jaelani adalah yang paling utama dalam politik adalah kemanusiaan.

“Benar bahwa ambisi politik itu tidak boleh merusak rasa persaudaraan dan kemanusiaan kita. Kemanusiaan di atas segala-galanya dari politik,” katanya.

Ia berharap, pemikiran-pemikiran GusDur bisa menjadi patron cara berpikir generasi bangsa dalam menapak situasi politik saat ini.

“Semoga Indonesia akan terus damai di tengah keberagamannya. Pandangan GusDur akan selalu menjadi pijakan dalam merawat pluralisme dan persatuan masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (Rls)

Artikel ini telah dibaca 107 kali

Baca Lainnya

BPS Mulai Lakukan SP2020 Lanjutan

17 Mei 2022 - 14:56 WITA

2022, Tujuh Daerah di Sultra Akan Dipimpin Pejabat Sementara

16 Mei 2022 - 17:35 WITA

Pj Sekda Pemprov Sultra, Drs Asrun Lio MHum PhD

Seleksi Sekda Kota Kendari Dimulai, Tujuh Kandidat Siap Tarung

16 Mei 2022 - 17:30 WITA

Sampaikan Visi dan Misi, Erman Siap Melayani Masyarakat Demi Terwujudnya Desa Yang Maju

14 Mei 2022 - 20:20 WITA

Permudah Akses Nomor Induk Kependudukan, Dikbud dan Disdukcapil Sultra Jalin Kerjasama

13 Mei 2022 - 15:53 WITA

Gubernur Sulsel Puji Komitmen dan Kontribusi PT Vale

13 Mei 2022 - 13:27 WITA

Trending di Berita Utama
error: Content is protected !!