SULTRAKITA.COM, Kolaka – Program Pengabdian Masyarakat (PKM) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka yang memperoleh dana hibah dari Kemendikbudristek untuk melaksanakan Pendampingan Revitalisasi Ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Berbasis Kolaborasi dengan Pendekatan Blended Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Karya Ilmiah sebagai Upaya Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 1 Tanggetada. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dari Juli – Oktober 2024 oleh tim dosen dan mahasiswa FKIP USN Kolaka yang diketuai oleh Ernawati, S.Pd., M.Pd.
Ernawati mengatakan, kurikulum merdeka hadir untuk memberikan ruang lebih besar bagi peserta didik untuk belajar sesuai minat dan bakatnya serta memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bernalar kritis, kreativitas dan inovasi.
“Kurikulum merdeka juga diharapkan dapat memberikan persiapan yang lebih baik bagi peserta didik guna menghadapi tantangan masa depan yang kompetitif. Oleh karena itu, implementasi kurikulum merdeka menjadi penting sebagai upaya perbaikan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Ernawati menjelaskan, KIR merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikurikuler yang mengakomodasi dan mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi remaja. Kehadiran KIR berpotensi untuk mengarahkan remaja memiliki sikap ilmiah sehingga mereka dapat menemukan solusi berbagai masalah yang muncul di sekitar mereka. Ekstrakurikuler KIR juga sangat relevan dan dapat menjadi projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, khsususnya pada dimensi bernalar krtitis dan kreatif yang dituangkan dalam bentuk karya tulis ilmiah.
“Perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan kepada mitra dalam melakukan revitalisasi kegiatan ekstrakurikuler KIR sehingga dapat terakomodasi secara intensif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas peserta didik, sekaligus dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam menulis karya ilmiah melalui kolaborasi berbagai pihak terkait dengan pendekatan blended learning menggunakan berbagai media realitas dan virtual/maya, sehingga pendampingan berlangsung fleksibel, efektif dan efisien,” jelasnya.

Pelatihan dan Pendampingan dalam Penyusunan KIR
Ia menambahkan, tujuan PKM ini tentunya mendukung program MBKM yang memberi kesempatan kepada mahapeserta didik yang terlibat untuk mendapatkan pengalaman dan mengasah kemampuan mereka untuk menjadi pengajar dan peneliti pada satuan pendidikan.
Kepala sekolah, La Haliki, S.Pd., M.Pd menjelaskan, SMA Negeri 1 Tanggetada merupakan satuan pendidikan yang terletak di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara yang sejak 2023 telah mengimplementasikan kurikulum merdeka. Saat ini terdapat 17 rombel dengan jumlah peserta didik 485 orang dan 28 guru, memiliki visi menjadi sekolah yang unggul, berkarakter, peduli lingkungan, berwawasan global berlandaskan iman dan taqwa.
“Tentunya sangat diharapkan melalui kurikulum merdeka, visi tersebut dapat segera diwujudkan, dan dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkompetensi, berkarakter dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yang dalam Kurikulum Merdeka disebut Profil Pelajar Pancasila,” kata La Haliki.
Menurutnya implementasi kurikulum merdeka di SMA 1 Tanggetada sudah berjalan kurang lebih selama satu semester, dimulai dari tahun 2023 sampai dengan saat ini semester dua. Guru masih terus berupaya semaksimal mungkin dalam implementasi kurikulum merdeka pada proses pembelajaran yang sesuai minat dan kompetensi peserta didik, serta bagaimana melibatkan partisipasi peserta didik dengan menerapkan media dan metode pembelajaran yang relevan.
“Hingga saat ini implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 1 Tanggetada ini masih terfokus pada pengembangan kegiatan intrakurikuler saja. Sedangkan kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan bagian penting dalam kurikulum merdeka belum cukup memberikan ruang lebih besar bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi,” tandasnya (*/bak)






