Menu

Mode Gelap

Sulselkita · 24 Okt 2025 11:58

Sulap Museum Jadi Hidup, Dua Siswi Athirah Bone Sabet Tiket ke Final OPSI Tingkat Nasional


Sulap Museum Jadi Hidup, Dua Siswi Athirah Bone Sabet Tiket ke Final OPSI Tingkat Nasional Perbesar

SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Sebuah terobosan inovatif lahir dari dua siswi SMP Islam Athirah Bone Aisyah Inara dan Sri Mutia Lestari yang berhasil menyulap museum menjadi tontonan yang terkesan hidup.

Dalam penelitian bertajuk “Wana-Cus (Wanua Cultural Sustainability): Revitalisasi Wanua Museum berbasis Augmented Reality,” dua siswi Athirah Bone ini mengusung konsep yang tak biasa: menghidupkan museum dengan teknologi Augmented Reality (AR).

Buah penelitian dua siswi yang akrab disapa Aisyah (Kelas VIII Ar Rafi) dan Mutia (Kelas VIII Ar Rasyid) ini, berhasil menghipnotis dewan juri, sehingga melesat ke babak final Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tingkat Nasional 2025.

Kabar gembira ini resmi diterima sekolah pada 23 Oktober 2025, yang langsung disambut suka cita.

Dari tiga tim yang dikirimkan Athirah Bone, hanya proposal Aisyah dan Mutia yang berhasil menembus seleksi ketat Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud RI.

Mereka kini bersiap untuk bertarung di panggung nasional yang akan digelar di Universitas UBAYA, Surabaya, pada 10-16 November 2025.

Baca juga :   PT Vale Sponsori PSM Makassar

Dibalik secarik kertas pengumuman kelolosan, tersimpan perjuangan panjang yang tak singkat. Wahidah Febriya Ramadhani, pelatih Tim Karya Tulis Ilmiah, menuturkan perjalanan yang dimulai sejak akhir 2024.

“Perjalanan ini sangat berliku. Penyusunan ide kita mulai dari nol sejak Desember 2024, proposal akhirnya kita unggah pada April 2025,” kenangnya.

Wahidah menuturkan, saat pengumuman lolos tahap penelitian di Mei, semangat mereka langsung meledak. Proses penelitian intensif mereka jalani dari Juni hingga September, dan hasil akhirnya diunggah tepat waktu pada 8 Oktober.

“Luar biasa, satu dari tiga tim kita berhasil membawa nama sekolah ke tingkat nasional. Ini adalah buah dari kerja keras dan doa,” ungkapnya penuh syukur.

Kebanggaan yang sama juga diungkapkan oleh Kepala SMP Islam Athirah Bone. Ia menyebut Prestasi ini adalah bukti nyata doa, kerja keras, dan kolaborasi yang solid antara siswa dan guru pembimbing.

“Hati saya terasa haru dan bangka. Mereka adalah bukti bahwa konsistensi dalam mengukir prestasi adalah kuncinya,” pungkasnya.

Diketahui Augmented Reality (AR) atau Realitas Tertambah adalah teknologi yang menggabungkan dunia nyata dengan elemen-elemen digital (virtual) secara real-time.

Baca juga :   PT Vale Raih Tamasya Awards

Berbeda dengan Virtual Reality (VR) yang menciptakan dunia sepenuhnya digital, AR justru “menambahkan” layer informasi digital kedalam dunia nyata yang kita lihat.

Bayangkan, dengan mengarahkan kamera ponsel ke artefak di museum, pengunjung bisa melihat sejarah dan cerita dibaliknya “hidup” dalam bentuk 3D di layar.

Dunia nyata tetap ada, tetapi diperkaya dengan informasi digital berupa teks, atau animasi yang seolah-olah ada di ruangan yang sama. (WRD)

Artikel ini telah dibaca 180 kali

Baca Lainnya

Mentan Amran Bukber Di Kampung Halaman, Tegaskan Pejabat Sebagai Pelayan Masyarakat

19 Maret 2026 - 23:55

Wabup Bone Hadiri HLM TPID dan TP2DD Sulsel, Bahas Stabilisasi Harga Jelang HBKN

13 Februari 2026 - 16:38

Bupati Bone Pimpin Kerja Bakti Massal di Pasar Palakka, Wujudkan Gerakan ASRI

13 Februari 2026 - 14:17

Dialog Bupati Bone dan Warga Awangpone, Perpanjangan Runway Bandara Direstui hingga 2.500 Meter

29 Januari 2026 - 21:06

Bupati Bone Pimpin Kerja Bakti, Eks Lapas Disiapkan Jadi Pusat Pembinaan Sosial

27 Januari 2026 - 17:57

Jelang Tahun Baru, TNI Bersih-bersih TMP Bone sebagai Wujud Hormat kepada Para Pahlawan

30 Desember 2025 - 17:55

Trending di Sulselkita