SULTRAKITA.COM, Kolaka – PT Vale IGP Pomalaa kembali menujukkan komitmennya dalam penanganan bencana dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
External Relations PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Muhammad Febrianto Raharjo, mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak langsung banjir yang terjadi pada 8 Mei 2026 lalu.
“Di Desa Totobo ada 20 KK, Desa Pesouha 19 KK, Desa Pelambua 20 KK, Desa Huko-Huko 16 KK warga yang terdampak banjir, sehingga Vale hadir memberikan bantuan sembako,” ujar Febri, Jumat (22/5).
Menurut dia, sebelum bantuan logistik disalurkan, PT Vale juga telah membantu membersihkan rumah-rumah warga dengan menurunkan alat berat ke lokasi terdampak banjir.
“Ini sebagai wujud komitmen kami terhadap penanggulangan bencana,” katanya.
Camat Pomalaa, Berry Harland Rais, mengapresiasi langkah cepat PT Vale dalam membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana. Ia menilai kehadiran perusahaan di tengah situasi darurat menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, PT Vale kembali menunjukkan komitmennya sebagai perusahaan yang berada di wilayah konsesi Kecamatan Pomalaa dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak,” ujar Berry.
Ia berharap dukungan serupa dapat terus menjangkau desa-desa lain yang terdampak banjir seperti Huko-Huko, Pesouha, dan Pelambua.
Berry juga mengungkapkan bahwa sebelumnya PT Vale telah menyerahkan bantuan berupa satu unit rumah kepada warga di Desa Pesouha. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional.
Sementara itu, Kepala Desa Totobo, Nirwani, mengatakan banjir yang melanda wilayahnya pada 8 Mei lalu merendam sedikitnya 16 rumah warga. Selain permukiman, banjir juga berdampak pada tambak ikan bandeng dan nila milik warga serta sekitar tujuh hektare area persawahan.
“Respons PT Vale sangat cepat,” ujar Nirwani.
Menurut dia, pemerintah desa bersama sejumlah pihak kini tengah mendorong normalisasi saluran air guna mengurangi risiko banjir serupa terulang kembali. (bak)






