Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 3 Okt 2025 17:52

SI-ASITA, Langkah Kecil Rahmat H. Andi Goa untuk Inovasi Besar di Sulawesi Tenggara


SI-ASITA, Langkah Kecil Rahmat H. Andi Goa untuk Inovasi Besar di Sulawesi Tenggara Perbesar

SULTRAKITA.COM, KENDARI – Di balik wajah birokrasi yang sering dianggap kaku, ada cerita tentang seorang aparatur muda yang berani bermimpi. Rahmat H. Andi Goa, S.STP, M.A.P, pegawai di Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertahanan (PRKPP) Provinsi Sulawesi Tenggara, memilih jalannya sendiri, dengan menghadirkan inovasi untuk mengubah cara kerja pemerintah.

Hasil dari perjalanan itu adalah lahirnya SI-ASITA (Sistem Informasi Penatausahaan Aset), sebuah aplikasi digitalisasi penatausahaan aset yang ia gagas.

Bagi Rahmat, aplikasi ini bukan sekadar teknologi, tetapi wujud nyata dari semangat pelayanan prima dan transparansi.

“SI-ASITA adalah suatu perwujudan kinerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam pelayanan prima dan transparansi demi menunjang pemantauan aset dinas yang akurat, sistematis, dan mudah,” ujarnya saat launching aplikasi.

Aset yang Lebih Tertib

Aplikasi ini lahir dari persoalan klasik, yakni banyaknya aset pemerintah yang belum terpantau secara teliti. Hal itu diakui langsung oleh Sekretaris Dinas PRKP&P Sultra, Laode Paliawaluddin, SP, yang mewakili kepala dinas.

“Aplikasi SI-ASITA ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertahanan Provinsi Sulawesi Tenggara dikarenakan banyaknya aset yang kurang terpantau secara teliti,” ungkapnya.

Baca juga :   PT Vale Paparkan Teknologi Keamanan Bendungan pada Hexagon LIVE Indonesia 2023

Rahmat pun percaya, inovasi ini menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

“Aplikasi ini juga mewujudkan pemerintahan yang good governance dan clean government, sesuai arah pengembangan pemerintahan digitalisasi menuju Indonesia Emas ke depannya,” jelasnya.

Tak Sendiri Berjuang

Di balik inovasi itu, ada cerita tentang perjuangan yang tak mudah. Rahmat tak segan mengakui bahwa ia dibantu banyak pihak dalam proses panjang melahirkan SI-ASITA.

“Dalam sosialisasi dan launching aplikasi SI-ASITA ini juga tidak luput dari peran dosen penguji dalam Proper PKP saya yaitu ibu Dr. Hj. Nur Endang Abbas, SE, M.Si, dan coach bapak Amalul Syahid yang selalu mengontrol dan mengarahkan saya dalam menjalankan milestone,” ungkapnya.

Ia juga bercerita tentang tim kecil yang setia mendukung langkahnya. “Saya membentuk tim efektif dari staf, yaitu pak Zuhur, bu Iqra, Bu Sutri, dan pak Fauzi. Tak lupa bendahara Dinas PRKPP Sultra yang mendukung kelancaran anggaran dan konsumsi kegiatan,” katanya dengan penuh syukur.

Baca juga :   Kontribusi Nyata PT Vale untuk Morowali: Sehat, Berdaya, dan Maju Bersama

Inspirasi yang Menular

Inovasi SI-ASITA ternyata juga menjadi inspirasi bagi pimpinan daerah. Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Asrun Lio, menilai aplikasi ini bisa menjadi contoh bagi OPD lain.

“Aplikasi SI-ASITA ini juga merupakan suatu gebrakan dan inovasi yang mungkin bukan hanya pada OPD Dinas PRKPP Provinsi Sultra saja, tapi seluruh OPD bisa melakukan inovasi pengontrolan aset dinas yang terintegrasi dan digitalisasi,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen Purn. Andi Sumangeruka, SE, menegaskan pentingnya inovasi ASN sebagai bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045.

“Pemerintah Sulawesi Tenggara di masa kepemimpinan saya akan terus berbenah dan melakukan inovasi terbaik dalam mewujudkan pelayanan prima, serta berkomitmen untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Inovasi dari ASN harus mendapatkan reward dan perhatian guna melahirkan ASN yang handal, profesional, dan berakhlak,” ujarnya.

Dukungan Stakeholder

Acara launching SI-ASITA dihadiri sejumlah stakeholder, di antaranya Kepala BPKAD Provinsi Sultra yang diwakili Kabid Aset, Inspektur Inspektorat Provinsi Sultra yang diwakili auditor aset Pemprov, serta perwakilan dari Diskominfo dan BKD Provinsi Sultra.

Baca juga :   Andi Akmal Konsisten Akan Perjuangkan Hak Penyandang Disabilitas di Bone

“Berbagai tanggapan dan masukan positif disampaikan oleh para peserta sosialisasi dan launching SI-ASITA ini guna menyempurnakan informasi dan sistem dari aplikasi tersebut,” ungkap salah satu peserta.

Dari Rahmat, kita belajar bahwa inovasi tidak selalu datang dari pucuk pimpinan. Terkadang, justru dari aparatur muda yang berani bermimpi besar dan melangkah kecil. SI-ASITA mungkin hanyalah aplikasi sederhana, namun maknanya jauh lebih dalam: sebuah simbol keberanian untuk berubah. (Ant)

Artikel ini telah dibaca 78 kali

Baca Lainnya

Tahapan Pemilihan Rektor USN Kolaka Bergulir, Simak Syarat dan Jadwal Lengkapnya

13 Maret 2026 - 21:01

Senat USN Kolaka Buka Pendaftaran Bakal Calon Rektor 2026–2030

13 Maret 2026 - 17:01

Mahasiswa Agroteknologi USN Kolaka Magang dan Susun Tugas Akhir di BRIN

13 Maret 2026 - 13:10

Momentum Ramadan, Kapolres Kolaka Ajak Anggota Perkuat Kebersamaan

12 Maret 2026 - 20:45

Polres Kolaka Siagakan Layanan Darurat 110 Gratis 24 Jam

12 Maret 2026 - 20:01

Lomba Kreasi Pemanfaatan Sampah, PT Vale Ajak Siswa Peduli Lingkungan

12 Maret 2026 - 19:20

Trending di Berita Utama