SULTRAKITA.COM, KOLAKA – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Kolaka memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Geologi, Mineral, dan Batubara, atas terselenggaranya kegiatan Pelatihan Pengenalan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) serta Proses Hilirisasi Nikel.
Kepala SMKN 9 Kolaka, La Ode Kowareono mengatakan, kegiatan tersebut menjadi sarana penting dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki pemahaman mendalam mengenai aspek keselamatan kerja di bidang pertambangan, sekaligus memahami proses hilirisasi nikel yang tengah menjadi fokus pembangunan nasional.

“Terima kasih kepada Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara, Kementerian ESDM atas kegiatan Pelatihan Pengenalan K3L dan Proses Hilirisasi Nikel yang telah diselenggarakan bekerjasama dengan SMKN 9 Kolaka,” ungkapnya.
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan siswa mengenai pentingnya penerapan K3L di lingkungan kerja, tetapi juga memperkenalkan proses hilirisasi nikel sebagai salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral.
“Hal ini sejalan dengan program hilirisasi industri yang terus digencarkan guna memperkuat daya saing nasional di sektor energi dan pertambangan,” paparnya.
Sekretaris PGRI Kolaka ini juga menjelaskan, kehadiran pelatihan tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, terutama dalam mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja yang menuntut keahlian praktis sekaligus pemahaman terhadap regulasi keselamatan dan pengelolaan lingkungan.
“Kami berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut, sehingga siswa kami memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara yang kaya akan potensi sumber daya nikel,” tambahnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini juga mencerminkan sinergi positif antara pemerintah pusat dengan institusi pendidikan daerah.
“Dengan adanya kerjasama seperti ini, sekolah kejuruan diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja terampil yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya keselamatan dan keberlanjutan lingkungan,” tandasnya. (Ant)






