SULTRAKITA.COM, Kolaka – PT Vale Indonesia IGP Pomalaa menggelar Basic Training Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) untuk tenaga kesehatan di wilayah ring satu Pomalaa. Program ini digelar sebagai bentuk peningkatan kesiapsiagaan medis di kawasan yang berada di jalur poros dengan risiko kecelakaan lalu lintas yang tergolong tinggi.
Sr. Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, Aditya Hafria Vanani, mengatakan pelatihan ini penting karena banyak tenaga kesehatan di wilayah tersebut memiliki sertifikasi BTCLS yang sudah kedaluwarsa. Selain itu, dengan kegiatan ini PT Vale Kembali membuktikan komitmennya terkait program Environmental, Social and Governance (ESG).
“Area Kecamatan Wundulako, Baula, Pomalaa dan Tanggetada ini berada di jalan poros, yang mana risiko kecelakaan cukup tinggi. Sedangkan kami melihat masih banyak tenaga kesehatan di sini yang kompetensi BTCLS-nya sudah expired,” ujarnya.
Aditya menegaskan, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan. “Kami memfasilitasi ini agar kompetensi tenaga kesehatan mumpuni, sehingga bisa menolong masyarakat kalau terjadi kecelakaan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga karyawan perusahaan. “Ada keuntungan bagi karyawan PT Vale. Kalau ada karyawan yang mengalami kecelakaan, tenaga kesehatan bisa membantu. Ini supaya simbiosis mutualisme terjaga sehingga masyarakat maupun karyawan merasakan manfaatnya,” katanya.
Selain BTCLS, PT Vale melalui divisi ESG juga menyiapkan program lanjutan untuk memperkuat kapasitas medis daerah.
“Ada pelatihan untuk perawat, pelatihan untuk dokter terkait kegawatdaruratan. Kita juga punya rencana memberikan donasi untuk RSUD Pomalaa yang sedang dibangun agar pelayanannya bisa komprehensif,” terangnya.
Pelatihan BTCLS batch pertama diikuti 30 peserta dari Puskesmas Tanggetada, Wundulako, Baula, dan Pomalaa. Materi meliputi penanganan serangan jantung, cedera kepala, trauma dada, patah tulang, hingga berbagai kasus gawat darurat yang umum terjadi dalam kecelakaan. Pelatihan berlangsung pada 14–16 November 2025 dan ditutup dengan ujian praktik. Peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat resmi dari Kementerian Kesehatan.
PT Vale menargetkan pelaksanaan batch kedua pada 2026. “Tahun depan direncanakan dilaksanakan batch kedua dengan target peserta yang sama. Jika ring satu sudah terpenuhi, maka kita buka untuk kecamatan lain,” kata Aditya.
Kepala Dinas Kesehatan melalui Kepala Puskesmas Pomalaa, dr. Alriyani Hamzah, mengapresiasi penyelenggaraan BTCLS oleh PT Vale. “Terima kasih PT Vale karena telah menginisiasi BTCLS. Dengan demikian, tenaga kesehatan di wilayah Pomalaa, Tanggetada, Baula dan Wundulako memiliki kesempatan untuk mendapatkan sertifikasi BTCLS yang disahkan oleh Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan serupa dapat diperluas ke seluruh puskesmas di Kabupaten Kolaka untuk memperkuat layanan kegawatdaruratan secara merata.
Hal senada diungkapkan Camat Pomalaa yang diwakili Kasi Pembangunan Masyarakat Desa/Kelurahan, Laode Ndikode. Menurutnya apa yang dilakukan PT Vale IGP Pomalaa dengan menggelar pelatihan BTCLS karena sangat bermanfaat bagi tenaga kesehatan dalam rangka meningkatkan kapasitas sebagai pelayan masyarakat di bidang kesehatan. (bak)






