SULTRAKITA.COM, WAKATOBI – Kepedulian Bupati Wakatobi terhadap warga sangat tinggi. Terbukti, demi memberi kemudahan bagi pengguna transportasi laut, Bupati Wakatobi H Arhawi berencana membuka pengurusan Kartu Wakatobi bersinar bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal ini dilakukan guna menjawab keinginan masyarakat yang belum menikmati pelayanan keringanan biaya tiket kapal laut milik pribadinya.
Menurut Arhawi, sejak 2015 program diskon tiket kapal ini diperuntukkan bagi seluruh warga di Wakatobi. Namun hingga 2018 baru sebagian saja yang terdaftar sebagai pemegang kartu.
Jadi untuk memaksimalkan program tersebut, ada tawaran khusus untuk warga untuk memberikan kemudahan menggunakan fasilitas pribadi, dalam hal ini ada keringanan bagi pemegang Kartu Wakatobi Bersinar saat membayar tiket kapal laut.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat yang membutuhkan untuk segera mengurus Kartu Wakatobi Bersinar. Program diskon tiket kapal ini murni inisiatifnya tanpa membebani anggaran APBD Wakatobi.
“Jadi dimana saja, bukan hanya di kapal Wakatobi-Kendari tapi juga di Raha-Kendari atau dimana saja ada fasilitas pribadi saya itu mereka bisa gunakan. Pelayanan ini untuk masyarakat yang bersama-sama dengan saya, untuk ketika mereka berangkat menggunakan fasilitas pribadi saya maka itu akan diberikan keringanan,” ungkapnya.
Lebih lanjut kata Arhawi, pendataan terakhir Kartu Wakatobi Bersinar dilakukan jelang Pemilihan Bupati 2015, namun yang terdaftar baru sebagian masyarakat. Tentunya ada keinginan untuk dikembangkan kepada masyarakat yang belum menikmati layanan potongan harga tiket kapal. Masyarakat yang hendak mengurus bisa ke kediamannya atau ke PT Aksar Saputra Line.
“Sebetulnya keinginan itu sangat besar tetapi ini persoalan hasrat, jadi ketika masyarakat punya hasrat untuk melaporkan diri bahwa mereka butuh saya pun juga secara pribadi akan melayani itu,” tambahnya.
Dijelaskan Arhawi, sejauh ini belum ada instruksi khusus di desa-desa untuk menerima masyarakat yang hendak memiliki kartu wakatobi bersinar, namun jika ada masyarakat yang membutuhkan kartu untuk mempergunakan fasilitas dari pribadinya, maka akan diberikan kartu dan bisa digunakan ketika mereka bepergian. Disamping itu, masyarakat yang tidak memiliki sewa di kapal tetap bisa difasilitasi jika tidak punya sewa kapal.
“Kartu ini banyak dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita yang ada di binongko dan tomia, karena rata-rata mereka ini mencari nafkah di di luar daerah. Jadi jika mereka
menggunakan kartu itu mereka lebih leluasa mendapatkan pelayanan potongan harga tiket kapal,” pungkasnya. (Man)






