SULSEL_SULTRAKITA.COM, MAKASSAR — Wakil Bupati (Wabup) Bone Andi Akmal Pasluddin, hadir dan aktif berkontribusi dalam Rapat Dedicated Team Meeting Forum Pinisi Sultan 2025 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kehadirannya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung percepatan investasi dan ekonomi hijau-biru di Sulsel.
Dalam forum yang dibuka Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini, Wabup Bone Andi Akmal Pasluddin menyatakan kesiapan Kabupaten Bone bersinergi dengan Pemprov Sulsel.
“Kami memastikan setiap langkah investasi di Bone selaras dengan Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang dan Jangka Menengah Daerah, serta Perencanaan Umum Penanaman Modal Daerah,” ujarnya.
Andi Akmal Pasluddin menambahkan, Kolaborasi adalah kunci sukses Investasi, Pemkab Bone siap bekerja sama menciptakan iklim investasi yang kondusif demi pertumbuhan ekonomi Bone dan Sulsel.
Ia menegaskan komitmen Pemkab Bone untuk mempercepat perizinan dan mendukung hilirisasi berbasis green economy.
“Dengan dukungan semua pihak, kami yakin Bone bisa menjadi contoh pertumbuhan ekonomi inklusif,” tegasnya.
Rapat Dedicated Team Meeting Forum Pinisi Sultan 2025 diinisiasi oleh Pemprov Sulsel dan Bank Indonesia, dengan mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Melalui Investasi dan Hirilisasi Berbasis Green & Blue Economy”.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel Rizki Ernadi Wimanda yang juga Pembina Forum Pinisi Sultan memaparkan perkembangan investasi dan isu strategis pengembangan investasi di Sulawesi Selatan.
Wilayah Sulawesi tumbuh 6,18 persen dengan kontribusi thd PDB sebesar 7,12 persen, menjadi wilayah dengan laju pertumbuhan tertinggi ke-2 secara nasional,” paparnya.
Secara keseluruhan tahun 2024, realisasi investasi di Sulsel mencapai Rp14,04 triliun, terdiri atas Rp8,41 triliun dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Rp5,62 triliun dari Penanaman Modal Asing (PMA).
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan Kick-Off SSIC atau South Sulawesi Investment Challenge 2025, ini merupakan ajang investasi yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan.
Ajang ini bertujuan untuk meningkatkan investasi di Sulawesi Selatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sinergi investasi, perdagangan, pariwisata, dan implementasi Green and Blue Economy.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang hadir membuka kegiatan tersebut, menegaskan investasi tidak hanya berperan dalam meningkatkan faktor produksi dan pertumbuhan ekonomi, namun juga menjadi sumber penciptaan lapangan kerja untuk masyarakat.
Lebih jauh, Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan, salah satu sasaran strategis dari Asta Cita Presiden Prabowo yakni memperkuat investasi, hilirisasi, dan kemudahan perizinan berusaha di tingkat daerah.
Untuk mewujudkan itu, Andi Sudirman menyebut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, dalam hal ini gubernur, wali kota dan bupati. Butuh sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak yang terkait. (WRD)






