Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 24 Mar 2025 12:18

Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin Bahas Strategi Optimasi Lahan dan Cetak Sawah di Jakarta


Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin Bahas Strategi Optimasi Lahan dan Cetak Sawah di Jakarta Perbesar

SULTRAKITA.COM, JAKARTA — Wakil Bupati (Wabup) Bone Andi Akmal Pasluddin bersama Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Kabupaten Bone Nurdin, membahas strategi  optimasi lahan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Percepatan Kegiatan Optimasi Lahan dan Cetak Sawah 2025.

Rakor digelar di Hotel Aston Jakarta, Senin (24/3), dibuka oleh Plt Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian Husnain.

Rakor ini bertujuan memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan guna memastikan program optimasi lahan dan cetak sawah berjalan efektif dan efisien.

Ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya swasembada pangan sebagai prioritas nasional.

Kementerian Pertanian telah menargetkan peningkatan produksi padi melalui program Optimasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang tersebar di 21 provinsi.

Namun, berdasarkan capaian pelaksanaan Sistem Informasi Desa (SID) dan konstruksi fisik Oplah dan CSR hingga Maret 2025, masih terdapat kendala yang perlu diatasi. Oleh karena itu, Rakor ini menjadi momentum penting untuk mempercepat penyelesaian program tersebut.

Baca juga :   Vaksin Booster Jadi Syarat Utama Perjalanan Menggunakan Pesawat

Wabup Bone, Andi Akmal Pasluddin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya strategi peningkatan produktivitas lahan dan perluasan areal persawahan. Ia juga menekankan perlunya mengatasi tantangan di lapangan agar potensi lahan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kabupaten Bone sebagai daerah penghasil beras nomor 5 di Indonesia membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal optimalisasi lahan, cetak sawah, serta dukungan irigasi dan pompa air untuk memaksimalkan sumber daya air sungai bagi pertanian,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi dan TNI, diharapkan target swasembada pangan nasional dapat tercapai. Sinergi ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memastikan keberlanjutan sektor pertanian di masa depan.

Dengan komitmen bersama dan langkah konkret, program optimasi lahan dan cetak sawah diharapkan mampu menjadi solusi dalam menghadapi tantangan pangan global, sekaligus mewujudkan kemandirian pangan Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan. (WRD)

Artikel ini telah dibaca 66 kali

Baca Lainnya

Kurang dari 24 Jam, Polisi Bekuk Terduga Pelaku Curanmor di Koltim

15 September 2026 - 20:45

Program Pangan dan Kemaritiman PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026

15 September 2026 - 16:25

Antam Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

14 September 2026 - 10:09

PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Kolaka Raih Tiga Platinum ENSIA Award 2026

12 September 2026 - 18:05

Bupati Bone Dorong Revolusi Pertanian, Teknologi Jadi Kunci Dongkrak Produksi dan Kesejahteraan Petani

10 September 2026 - 15:27

FKPPAT UBPN Kolaka 2026 Dikukuhkan, Wujudkan Organisasi yang Solid, Kompeten dan Kontributif

5 September 2026 - 12:05

Trending di Berita Utama