SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Wakil Bupati Bone (Wabup) Abdi Akmal Pasluddin terus memacu akselerasi Bone Sehat menuju Penilaian Nasional tahun 2025, salah satunya dengan menghadiri rapat bersama di Aula Bappeda Bone, Selasa (25/3).
Rapat diikuti Ketua Tim Pembina Kabupaten Bone Sehat, Ketua Forum Kabupaten Bone Sehat, Koordinator Tim Teknis Kabupaten Bone Sehat dan puluhan anggota.
Diketahui Program Kabupaten Bone Sehat merupakan perwujudan dari Program Strategis Nasional Kabupaten Kota Sehat (KKS) yang bertujuan mewujudkan daerah yang bersih, nyaman, aman, dan sehat.
Dalam pelaksanaan KKS dilakukan dengan Membentuk atau memanfaatkan Forum Kota atau nama lainnya yang disepakati masyarakat, mendapatkan dukungan pemerintah daerah, serta mendapatkan fasilitas dari sektor terkait.
Program KKS ini dicapai melalui kerja sama antara Pemerintah daerah dan masyarakat.
Wabup Bone Andi Akmal Pasluddin juga koordinator Kabupaten Bone Sehat menyampaikan, rapat digelar sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapan daerah dalam penilaian nasional pada tahun 2025.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keberlanjutan program kesehatan untuk mewujudkan Bone Mandiri, Berkeadilan dan Berkelanjutan (Maberre),bermartabat, elok, religius, kuat, amanah, dan harmonis.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membangun kesepakatan dan komitmen mengakselerasi Penyelenggaraan Kabupaten Bone Sehat Tahun 2024-2025 menuju verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional Tahun 2025,” jelasnya.
Andi Akmal menambahkan, Masyarakat Kabupaten Bone sudah melaksanakan Kehidupan Sehat Mandiri dengan melakukan sejumlah terobosan dan inovasi
“Kita harus siap dengan perubahan diera digitalisasi ini,” singkatnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Bone Andi Zulkifli Mallingkaan menjelaskan, program Bone Sehat dimulai sejak tahun 2013.
Program ini menekankan Sembilan Tatanan penilaian Kabupaten Kota Sehat (KKS); yaitu Kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, Permukiman dan fasilitas umum, Pendidikan, Pasar, Pariwisata.
Selanjutnya Transportasi dan tertib lalu lintas, Perkantoran dan industri, Perlindungan sosial, serta Penjagaan dan penanganan bencana.
“Disetiap tatanan ini mempunyai indikator masing-masing, mencakup indikator pokok dan pendukung yang harus dipenuhi untuk mencapai kategori penghargaan Swasti Saba (Padapa, Wiwerda, hingga Wistara,” pungkas Plt Kabid PPM Bappeda Bone Andi Zulkifli. (WRD)






