SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Wakil Bupati (Wabup) Bone, Andi Akmal Pasluddin, langsung turun ke lapangan menanggapi keluhan warga terkait limbah dari saluran drainase perumahan yang diduga mencemari sawah di Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang.
Kunjungannya pada Jumat (23/5) ini, dilakukan untuk memastikan dampak limbah perumahan Dirz Residence terhadap lahan pertanian warga sekaligus mencari solusi cepat.
Pasalnya, ditengah upaya Kabupaten Bone mewujudkan swasembada pangan dan pelestarian lingkungan, masalah pembuangan limbah perumahan ke saluran irigasi sawah ini dinilai serius.
Wabup Andi Akmal menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam melihat potensi kerugian petani dan kerusakan lingkungan.
“Kami dapat laporan dari warga bahwa saluran irigasi yang terhubung dengan limbah perumahan mengalir ke sawah. Alhamdulillah, camat dan lurah sudah memfasilitasi dialog dengan pengembang. Ke depan, tata ruang dan pengelolaan limbah harus lebih diperhatikan,” ucapnya.
Ia menegaskan, Pemkab Bone tidak memberi toleransi dengan praktik pembangunan perumahan yang merugikan masyarakat.
Karena itu, dalam waktu dekat, Pemkab Bone akan memanggil para pengembang untuk membahas solusi permanen, termasuk sistem pengolahan limbah yang ramah lingkungan.
“Pengembang tidak boleh hanya mengejar keuntungan, tapi mengabaikan dampak lingkungan. Kami akan perketat aturan dan memastikan ada pembenahan. Ini tidak boleh terulang. Masyarakat tidak boleh jadi korban,” tegas Andi Akmal.
Wabup Andi Akmal memastikan, pemantauan hari ini bukan sekadar formalitas, tetapi untukemastikan pembangunan tetap berjalan tanpa merugikan masyarakat sekitar.
“Kami akan pantau perkembangan dalam beberapa hari ke depan. Yang jelas, semua perumahan di Bone harus berbenah,” pungkasnya.
Hadir mendampingi kunjungan tersebut Camat Tanete Riattang, Lurah Bukaka, serta perangkat kelurahan setempat, menunjukkan keseriusan pemda dalam menangani masalah ini. (WRD)






