SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bone menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029.
Acara yang mengusung tema “Masyarakat Bone Maberre: Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan” ini menjadi wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun arah pembangunan Kabupaten Bone selama lima tahun ke depan.
Musrenbang kali ini dihadiri oleh 150 peserta luring dan 100 peserta daring, melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat.
Tujuannya Menggali masukan dan saran untuk dijadikan pedoman pembangunan Bone yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan pembukaan Musrenbang dilanjutkan dengan penandatangan Berita Acara dari seluruh perwakilan stake holder dan diakhiri dengan pembahasan materi musrenbang.
Plt Kepala Bappeda Bone, Yusuf, dalam sambutannya menjelaskan bahwa penyusunan RPJMD telah melalui berbagai tahapan partisipatif sejak 23 Desember 2024, termasuk Forum Konsultasi Publik pada 28 Februari 2025 dan pembahasan bersama DPRD Bone.
“Penyusunan RPJMD ini mengacu pada Permendagri No. 2 Tahun 2025. Selanjutnya Setelah Musrenbang hari ini, dokumen akan disempurnakan, diperiksa oleh Inspektorat Daerah, dan diserahkan ke DPRD Bone paling lambat 20 Juli 2025, sebelum akhirnya diajukan ke Pemerintah Provinsi Sulsel,” jelas Yusuf.
Andi Winarno Eka Putra, Kepala Dinas Infokom Sulsel yang mewakili Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, menekankan pentingnya Musrenbang sebagai langkah strategis dalam perencanaan pembangunan.
“Kita harus membangun dengan wawasan yang luas dan hasil yang terukur. Meski tingkat kemiskinan di Bone menurun dalam kurun 2020-2024, tantangan besar masih ada. 70-80% penduduk miskin berada di desa, jauh lebih tinggi dibandingkan di kota. Ini harus jadi perhatian serius dalam RPJMD,” tegasnya.
Ia juga menyerukan dukungan semua pihak, untuk mewujudkan Bone yang “Maberre” (Mandiri, Berkeadilan dan berkelanjutan) sekaligus mendorong Sulsel yang Maju dan Berkarakter.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dalam Kesempatan tersebut menekankan bahwa Perencanaan Harus Lebih Baik, dan Implementasi harus terkawal.
“Perencanaan harus lebih matang, karena ini akan menjadi penentu arah pembangunan lima tahun ke depan, Kita tidak hanya perlu rencana yang kuat, tapi juga komitmen bersama dalam pelaksanaannya, yang terkuatlah yang akan jadi patokan. Mari kita pastikan RPJMD ini benar-benar pro-rakyat, mendorong kemandirian, dan pembangunan yang merata,” tandasnya.
Berikut Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai Kabupaten Bone dalam Jangka 5 tahun kedepan:
1.Peningkatkan Sumber Daya Manusia, perlindungan pembangunan sosial dan pemajuan kebudayaan.
2.Meningkatkan kulitas tata kelola yang berintegtitas untuk mencapai viai misi yang adaptif, dan inovatif
3.Mewujudkan stabilitas ekonomi makro daerah
4.Mewujudkan ketangguhan dan daya saing yang tinggi berbasis ekonomi
5.Meningkatkan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan. (WRD)






