SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Pagi itu, Jalan KH Agussalim di Kelurahan Jeppee, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tampak tenang seperti biasa. Namun, bau busuk menyengat yang tercium dari lorong BTC mengubah segalanya.
Bau itu mengantarkan warga pada penemuan mengerikan: seorang bayi malang yang terkubur dalam keadaan tak bernyawa.
Kisah pilu ini berawal pada Kamis (10/7), pukul 09.30 WITa. Saat itu, seorang warga Kelurahan Macege melaporkan sesuatu yang mencurigakan. Saat melintas di lorong BTC, Ia mencium bau tak sedap yang menusuk hidung.
Matanya kemudian tertuju pada selembar sarung berlumuran darah, dikelilingi tumpukan tanah yang terlihat baru digali.
“Sempat tidak mau mendekat karena baunya sangat kuat, tapi saya penasaran. Setelah dilihat, ada noda darah dan tanah yang seperti sengaja ditimbun,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sepuluh menit kemudian, warga beramai-ramai mendatangi lokasi dan segera menghubungi Bhabinkamtibmas setempat. Suasana mencekam pun menyelimuti area itu.
Pukul 09.50 WITA, petugas Polsek Tanete Riattang tiba di lokasi dan mulai mengamankan TKP. Tak lama kemudian, Bhabinkamtibmas Bripka A Masriadi mencoba menggali tumpukan tanah yang menjadi sumber bau busuk itu.
Dengan hati-hati, tanah digali, dan yang terlihat kemudian membuat semua orang terpaku: jasad seorang bayi yang sudah tak bernyawa. Tubuh mungil itu tampak tak terurus, seolah dibuang begitu saja.
“Kami langsung melakukan pengamanan dan memanggil tim forensik. Ini kasus yang sangat menyedihkan,” kata Bripka Masriadi dengan wajah muram.
Tak lama berselang, Tim Inafis Polres Bone tiba untuk melakukan olah TKP dan identifikasi. Sementara itu, petugas medis dari Rumah Sakit Tenriawaru datang untuk membawa jenazah bayi tersebut.
Pukul 11.00 WITA, ambulans membawa tubuh bayi malang itu ke RSUD Tenriawaru untuk pemeriksaan lebih lanjut. Warga yang berkerumun perlahan membubarkan diri, tetapi kesedihan dan tanda tanya masih membayangi.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki identitas bayi tersebut serta siapa pelaku di balik kejadian tragis ini.
Sementara itu, warga setempat masih diliputi duka. “Kasihan sekali bayi itu. Semoga ada keadilan,” ujar seorang ibu sambil mengusap air mata.
Kejadian ini menjadi pengingat betapa berharganya nyawa seorang anak, dan betapa kejamnya pelaku yang tega mengambil hak hidup mereka. (WRD)






