SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Suasana khidmat mewarnai pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bone periode 2025-2028 di Ballroom Hotel Novena, Minggu (20/7).
Acara yang dihadiri oleh tokoh penting di dunia kesehatan dan pemerintahan ini menandai babak baru perjuangan para dokter di Kabupaten Bone untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
Pelantikan dipimpin Ketua Umum IDI Wilayah Sulawesi Selatan dr Siswanto Wahab, didampingi Sekretaris Umum IDI Sulsel, dr Nur Ashari.
Dengan penuh khidmat, dr Muh Nur Abadi, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum IDI Cabang Bone, bersama seluruh pengurus baru yang akan memimpin organisasi ini selama tiga tahun ke depan.
Acara dibuka dengan alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne IDI, dilanjutkan dengan pengucapan Sumpah Dokter yang dipimpin oleh dr Andi Melda Massakkirang.
Turut hadir memberikan dukungan, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Plt Kadis Kesehatan Bone Yusuf Tolo, Direktur RSUD Tenriawaru, Dirut RS Pancaitana, Dirut RS M Yasin, dan Dirut RS Hapsah.
Kehadiran mereka memperlihatkan sinergi kuat antara pemerintah dan tenaga medis dalam menghadapi tantangan kesehatan di Bone.
Dalam sambutannya, dr Muh Nur Abadi menyampaikan rasa syukur dan tekadnya untuk memajukan IDI Cabang Bone.
“Alhamdulillah, amanah ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Saya berkomitmen membawa IDI Bone lebih progresif dan kolaboratif,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi pengurus sebelumnya, namun menegaskan bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan.
Beberapa isu krusial yang menjadi fokusnya antara lain: tingginya angka kematian ibu dan anak, penanganan stunting yang tidak hanya terkait kemiskinan, tetapi juga edukasi dan minimnya kewenangan organisasi dalam pengambilan kebijakan kesehatan.
“Stunting bukan sekadar masalah ekonomi, melainkan juga pemahaman masyarakat. Kita harus bergerak bersama meningkatkan literasi kesehatan,” ujarnya.
Ketua terpilih itu menekankan pentingnya memperkuat solidaritas antaranggota, peningkatan kapasitas dokter, serta penegakan etika profesi.
“Mari bersinergi, tingkatkan kompetensi, dan jaga marwah profesi kita. IDI Bone harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan kesehatan,” pungkas dr Muh Nur Abadi.
Dengan dilantiknya pengurus baru ini, harapan besar tertumpu pada terobosan-terobosan baru yang akan dilakukan IDI Cabang Bone dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (WRD)






