SULSEL_SULTRAKITA.COM, BONE — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, mengucurkan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk penanganan korban banjir di Kabupaten Bone.
Bantuan tersebut diserahkan langsung saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Sabtu (9/5).
Dalam kunjungan itu, Gubernur Sulsel didampingi Kalaksa BPBD Sulsel, Kepala Bappenda Sulsel, dan Dinas Sosial Sulsel. Bantuan diterima langsung oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin.
Turut hadir Penjabat Sekda Bone, jajaran kepala OPD Pemkab Bone, serta Camat Tanete Riattang Timur. Kehadiran pemerintah provinsi dan daerah menunjukkan sinergi dalam percepatan penanganan bencana di Bone.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia. Ia menegaskan pemerintah harus bergerak cepat dalam penanganan bencana dan mitigasi banjir ke depan.
Salah satu langkah yang didorong yakni pemanfaatan teknologi drone untuk memetakan titik rawan dan sumber persoalan banjir.
“Pengalaman ketika ada banjir, maka terbangkan drone supaya ke depan kita bisa melihat langsung masalahnya,” ujar Andi Sudirman.
Ia juga meminta seluruh layanan kesehatan tetap siaga untuk memastikan kondisi warga terdampak terus terpantau.
“Masalah kesehatan, nakes harus stand by melihat kondisi warga,” katanya.
Di akhir kunjungannya, Gubernur Sulsel turut mengapresiasi kerja keras TNI, Polri, OPD, relawan, dan seluruh pihak yang terlibat membantu masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Bone
Selain bantuan dana, Pemerintah Provinsi Sulsel juga menyalurkan 500 paket sembako bagi warga terdampak serta bantuan tali asih kepada keluarga dua korban meninggal dunia akibat bencana banjir.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulsel kepada masyarakat terdampak banjir.
“Di sini juga ada posko dan dapur umum yang terus memasak ribuan porsi makanan untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan hingga kini terus memantau kebutuhan warga di sejumlah titik terdampak.
Menurut Bupati Bone, wilayah tersebut memang kerap dilanda banjir setiap musim hujan. Namun, banjir kali ini disebut sebagai yang paling parah sejak tahun 2018.
“Dan ada dua korban meninggal dunia, seorang anak di Panyula dan seorang nenek di Bajoe,” pungkasnya. (WRD)






