SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Republik Indonesia Pemerintah Kabupaten Bone menggelar lomba dayung di sungai kanal irigasi Jalan Mangga Watampone, Minggu (10/8).
Kegiatan ini diresmikan oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman didampingi Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin dihadiri Forkopimda dan OPD juga masyarakat umum.
Adapun peserta lomba dayung terdiri dari OPD, Wartawan dan LSM dan umum.
Kegiatan ini perdana dilaksanakan di Kabupaten Bone dan menjadi salah satu hiburan bagi masyarakat Bone.
Lomba dayung berlangsung seru dan menjadi tontonan yang menyenangkan apalagi Bupati dan wakil Bupati Bone turut andil memeriahkan lomba dayung tersebut dengan menaiki perahu dan juga ikut berkompetisi.
Bupati Bone dalam arahannya menyampaikan lomba dayung di kabupaten Bone dalam momen Hut ke 80 Republik Indonesia menjadi momentum sosialisasi kebersihan sungai agar masyarakat sadar dan menjaga pentingnya sungai sebagai sumber air dan kehiduoan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai agar dapat dikelola dengan baik, karena jika sungai bersih maka kedepannya dapat menjadi potensi wisata, contohnya saat ini bisa diadakan lomba dayung yang atraktif khususnya bagi masyarakat Bone.
“Yang terpenting adalah kebersamaan bukan hanya berfokus pada hadiahnya saja, saling berbagi kebahagiaan, sungai yang dahulu menjadi tempat pembuangan sampah kini berubah jadi bersih sehingga menciptakan kenyamanan dan tidak menjadi sumber penyakit,olehnya itu kita tidak boleh mencemari sungai, jangan membuang sampah sembarangan apalagi dibuang ke sungai, karena sungai adalah salah satu sumber air bagi kehidupan” ungkapnya.
Senada dengan Bupati Bone ketua panitia lomba dayung Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Andi Akbar menuturkan lomba dayung sebagai sarana kampanye kebersuhan sungai sehingga ada kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai.
“Alhamdulilah hari ini kita melaksanakan lomba dayung dan ini menjadi salah satu hiburan yang luar biasa bagi masyarakat, kami berharap event seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya,” ungkapnya.
“Paling tidak ada kegiatan yang sifatnya sama dan memberikan edukasi kepada kita mengenai kebersihan sungai dan kebersihan lingkungan bagaimana sungai kita bersih dan menyadari sungai ini adalah milik kita bersama dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lain,” pungkas Andi Akbar. (WRD)






