SULTRAKITA.COM, KOLAKA — PT Vale Indonesia IGP Pomalaa kembali menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat Kabupaten Kolaka. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan pada Desember 2025 lalu, bekerja sama dengan Klinik Mata Kolaka.
Occupational Health Doctor PT Vale IGP Pomalaa, dr. Fausan Numyani, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan saat ini merupakan lanjutan operssi katarak gratis yang digelar sebelumnya dan ini merupakan bagian dari program ESG PT Vale IGP Pomalaa.
“Program PT Vale yang dijalankan hari ini adalah program lanjutan. Pada bulan Desember kemarin kami telah melaksanakan operasi katarak gratis bagi masyarakat Kolaka dengan target awal 50 pasien pada tahap pertama,. Dari target tersebut yang berhasil lolos skrining dan menjalani operasi sebanyak 31 orang” kata dr. Fausan, Sabtu (17/1/2026)
Untuk memenuhi target tersebut, kata dr. Fauzan, pihaknya kembali membuka pendaftaran operasi katarak gratis pada 15 Desember 2025 hingga 11 Januari 2026, dilanjutkan skrining kesehatan pada 12–15 Januari 2026, dan pelaksanaan operasi katarak dilakukan pada 17–18 Januari 2026.
“Dari total 29 orang pendaftar, sebanyak 19 orang dinyatakan lolos skrining dan menjalani operasi katarak,” katanya.
Di tempat yang sama, dr. Muh. Rizal Azis, Sp.M, M.Kes, dokter spesialis Klinik Mata Kolaka mengatakan, bahwa operasi katarak akan dilaksanakan selama 2 hari. “Untuk hari ini (17/1/2026, red), jumlah pasien yang dioperasi sebanyak delapan orang, dan besoknya akan dilanjutkan dengan 11 pasien,” ujar dr. Rizal.
Ia menjelaskan, metode yang digunakan adalah fakoemulsifikasi, metode operasi katarak modern berbasis ultrasound dengan insisi kecil sekitar 2,2 milimeter, sehingga tidak memerlukan jahitan dan menurunkan risiko astigmatisme.
Salah seorang pasien operasi katarak gratis Arifin Dg. Nojeng (71) warga kelurahan Dawi-Dawi Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka, menyebut bahwa operasi katarak gratis yang digelar PT Vale IGP Pomalaa sangat membantu masyarakat khususnya yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.
Arifin mengaku mengetahui program operasi katarak gratis ini dari informasi yang beredar di masyarakat. “Saya dengar ada program operasi mata katarak gratis, jadi saya langsung daftar. Apalagi beberapa tahun belakangan ini penglihatan saya sudah terganggu akibat katarak, ” ujarnya.
Ia mengatakan seluruh proses, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan hingga operasi, dilakukan dengan baik dan tanpa biaya.
“Saya diperiksa dokter, dijelaskan semuanya, dan memang ini program gratis. Tidak ada biaya sama sekali. Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini,” katanya.
Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan ke depan agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.
“Semoga ke depannya program ini terus berlanjut dan makin banyak masyarakat yang bisa ikut dan dibantu,” kata Arifin. (bak)






