SULTRAKITA.COM, KOLAKA – Menjelang penutupan pendaftaran, kejutan datang dari sang petahana. Prof. Dr. H. Nur Ihsan HL, M.Hum., resmi menyerahkan berkas pencalonannya sebagai Bakal Calon Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka periode 2026–2030, Jumat (10/4). Kehadirannya di hari terakhir melengkapi jumlah kandidat menjadi lima orang dan membuat persaingan kian terbuka.
Masuknya nama Prof. Nur Ihsan bukan sekadar menambah daftar. Lebih dari itu, kehadirannya membawa sinyal kuat soal keberlanjutan arah kebijakan kampus. Di bawah kepemimpinannya, USN Kolaka telah melewati sejumlah fase penting, dan langkah maju kali ini menjadi penegasan untuk kembali bertarung melanjutkan program yang sudah berjalan.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Irajuana Haidar, menyebut pendaftaran di hari terakhir ini melengkapi komposisi kandidat yang sejak awal sudah beragam. Mulai dari figur internal, akademisi senior, hingga tokoh dari luar institusi.
“Hari ini kami menerima pendaftaran Prof. Dr. H. Nur Ihsan HL, M.Hum. Dengan demikian, total ada lima pendaftar yang telah menyerahkan berkasnya kepada panitia,” ujarnya.
Ia menilai, jumlah tersebut menjadi indikator positif bagi dinamika demokrasi di lingkungan kampus. Para kandidat dinilai membawa kapasitas dan latar belakang yang kuat untuk bersaing secara sehat.
Meski begitu, Irajuana menegaskan panitia tetap berada di posisi netral. Seluruh kandidat, termasuk petahana, akan melalui proses yang sama dalam tahapan verifikasi administrasi.
“Semua berkas akan kami teliti secara profesional dan objektif. Tidak ada perlakuan khusus,” tegasnya.
Dengan masuknya petahana sebagai pendaftar kelima, peta persaingan kini semakin menarik. Perspektif pengalaman akan diuji berdampingan dengan gagasan baru dari kandidat lainnya.
Ketua Senat USN Kolaka, Dr. Muhammad As Ari AM, sebelumnya juga telah memastikan bahwa proses penilaian akan berjalan objektif. Senat akan menakar kapasitas, rekam jejak, serta visi strategis masing-masing kandidat sebelum menentukan pilihan.
Ke depan, tantangan yang dihadapi USN Kolaka tidak ringan. Mulai dari peningkatan akreditasi hingga penguatan kemandirian institusi menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan kepemimpinan visioner dan teruji.
Dengan lima nama yang kini resmi terdaftar, ruang diskusi di tingkat senat dipastikan akan semakin dinamis. Setiap kandidat akan diberi kesempatan memaparkan visi, misi, serta program kerja mereka dalam tahapan berikutnya.
Penutupan masa pendaftaran hari ini menjadi garis awal menuju proses seleksi yang lebih ketat. Setelah verifikasi administrasi, para kandidat akan melangkah ke tahap krusial yakni adu gagasan di hadapan senat yang akan menentukan arah kepemimpinan USN Kolaka empat tahun ke depan. (*)






