SULTRAKITA.COM, KOLAKA – Bursa pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kolaka mulai menghangat menjelang pelaksanaan musyawarah olahraga kabupaten dalam waktu dekat. Sejumlah nama mulai disebut bakal meramaikan kontestasi, salah satunya Hariani Syamsuddin yang menyatakan siap maju sebagai bakal calon ketua.
Dunia olahraga bukan hal baru bagi Hariani Syamsuddin. Perempuan yang kini siap maju sebagai bakal calon Ketua KONI Kabupaten Kolaka itu tumbuh dari lingkungan keluarga yang lekat dengan tradisi olahraga bela diri.
Ibunya dikenal aktif di cabang olahraga silat dan voli, sementara sang ayah juga merupakan atlet silat. Latar belakang keluarga itulah yang membentuk kecintaan Hariani terhadap dunia olahraga sejak usia dini.
Perjalanan Hariani dimulai saat masih duduk di bangku SMP dengan menekuni cabang olahraga silat. Memasuki masa SMA, ia kemudian bergabung dengan perguruan Margaluyu dan semakin aktif mengembangkan kemampuan di dunia bela diri.
Tidak berhenti sampai di situ, saat menjadi mahasiswa, Hariani terus menunjukkan dedikasinya di bidang olahraga. Ia aktif sebagai atlet, pelatih, sekaligus pengurus cabang olahraga taekwondo di Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengalaman tersebut membuatnya memahami langsung tantangan yang dihadapi atlet maupun organisasi olahraga di daerah.
Maju sebagai bakal calon Ketua KONI Kolaka, Hariani membawa semangat pembinaan olahraga yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Ia menilai, peningkatan prestasi olahraga daerah harus dimulai dari pembinaan usia dini serta penguatan organisasi cabang olahraga.
“Olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, dan kebersamaan. Saya tumbuh dalam lingkungan olahraga, sehingga memahami bagaimana pentingnya dukungan terhadap atlet dan pembinaan yang berkesinambungan,” ujar wanita pemegang sabuk hitam taekwondo tersebut.
Hariani yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Kolaka menekankan pentingnya kolaborasi antara KONI, pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas olahraga dalam menciptakan ekosistem pembinaan atlet yang sehat dan kompetitif.
Menurutnya, Kabupaten Kolaka memiliki banyak potensi atlet di berbagai cabang olahraga yang perlu mendapat perhatian serius agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Ia juga menilai pembinaan atlet tidak cukup hanya dilakukan menjelang pelaksanaan kejuaraan. Dibutuhkan program jangka panjang, peningkatan kualitas pelatih, serta dukungan sarana dan prasarana olahraga yang memadai agar prestasi atlet dapat berkembang secara konsisten.
Dengan pengalaman panjang sebagai atlet, pelatih, dan pengurus organisasi olahraga, Hariani Syamsuddin optimistis dapat membawa energi baru bagi kemajuan olahraga di Kabupaten Kolaka.
“Yang dibutuhkan atlet bukan hanya penghargaan saat meraih juara, tetapi juga perhatian dalam proses latihan dan pembinaan. Itu yang ingin saya perjuangkan ke depan,” tutupnya. (bak)






