SULSEL_SULTRAKITA.COM, BONE — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bone sejak Kamis malam sekitar pukul 21.00 Wita memicu banjir di sejumlah wilayah Kota Watampone dan sekitarnya. Bencana tersebut tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menelan korban jiwa.
Sedikitnya dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat banjir yang terjadi di beberapa titik rawan. Kawasan terdampak antara lain Bajoe, Sambaloge, Panyula, Masumpu, Jalan Yos Sudarso, hingga sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Bone.
Debit air yang meningkat cepat membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan diri di tengah kondisi hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama beberapa jam.
Tim Basarnas bersama aparat pemerintah setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan. Tim Basarnas yang dipimpin Andi Sultan bersama Lurah Bajoe mendatangi rumah salah satu korban di Lingkungan Pao, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Korban pertama diketahui bernama Naima, seorang lansia berusia sekitar 100 tahun. Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat air tiba-tiba masuk dan merendam kawasan permukiman.
Sementara korban kedua adalah seorang anak laki-laki berusia 6 tahun bernama Muh Arsyan. Peristiwa ini menambah duka di tengah musibah banjir yang melanda masyarakat Bone.
Andi Sultan menjelaskan curah hujan yang sangat tinggi menjadi penyebab utama meluapnya air di sejumlah wilayah hingga menyebabkan korban jiwa.
“Pada pukul 21.00 Wita tadi malam terjadi hujan deras yang menyebabkan banjir di beberapa titik di Kabupaten Bone. Tim telah melakukan evakuasi terhadap warga terdampak. Namun sekitar pukul 07.00 Wita ditemukan dua korban meninggal dunia, masing-masing seorang lansia dan seorang anak berusia 6 tahun,” ujarnya.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta memantau perkembangan kondisi banjir di sejumlah titik.
Warga yang tinggal di daerah rendah dan di sekitar aliran sungai diimbau tetap waspada, mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan juga terus bersiaga untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat apabila debit air kembali meningkat. (WRD)






