SULTRAKITA.COM, KOLAKA – Bupati Kolaka Amri Djamaluddin menyerahkan bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Kolaka dan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) kepada 35 kepala keluarga yang terdampak luapan Sungai Lapao-pao di Desa Lapao-pao, Kecamatan Wolo, Sabtu (3/1/2026). Luapan sungai terjadi akibat curah hujan ekstrem pada Kamis (1/1/2026).
Bupati Amri menyatakan bahwa pemerintah daerah bersama PT CNI segera mengambil langkah penanganan untuk meminimalisir dampak apabila hujan ekstrem kembali terjadi.
“PT Ceria telah menurunkan excavator untuk normalisasi sungai dan berkomitmen membangun tanggul penahan aliran air,” ujarnya.
Selain merendam rumah warga, banjir juga berdampak pada sekitar 30 hektare sawah. Bupati meminta Dinas Pertanian dan Penyuluhan melakukan pendataan serta perhitungan kerugian. PT CNI selanjutnya akan memberikan bantuan pupuk kepada petani terdampak.
“Yang terpenting bantuan tetap diberikan kepada para petani, baik perhitungan dilakukan konsultan perusahaan maupun oleh dinas pertanian,” kata Amri.
Menanggapi isu dugaan jebolnya cekdam PT CNI, Camat Wolo Ilham menegaskan informasi tersebut tidak benar.
“Yang terjadi adalah luapan dan rembesan akibat curah hujan yang sangat tinggi, bukan jebol. Kalau jebol pasti pecah,” tegas Ilham.

Hal senada disampaikan Senior Manager Mine Operation & Support sekaligus Acting KTT PT CNI, Chandra Sumarah. Ia memastikan sistem pengelolaan limpasan air hujan di area operasional perusahaan berfungsi dengan baik.
“Kolam pengendapan, jaringan drainase, dan gorong-gorong mampu mengendalikan aliran air meski cuaca ekstrem. Tidak benar cekdam PT CNI jebol,” ujarnya.
Sebagai bentuk mitigasi dan penanganan dampak banjir, PT CNI telah melakukan pembersihan rumah warga, normalisasi sungai di hulu selama tiga hari, pengerukan saluran yang mengalami sedimentasi, pembangunan tanggul menggunakan batu besar, penyaluran sembako kepada 35 KK, serta menyusun rencana mitigasi jangka panjang bersama pemerintah daerah.
Selain itu, PT CNI juga meningkatkan kapasitas sediment pond Muara Lapao-pao dengan menambah kolam retensi di area mined-out pit Samaenre_01 dan areal Muara Lapao-pao guna memperkuat pengendalian limpasan air di masa mendatang. (*)






