SULSEL_SULTRAKITA.COM, WATAMPONE — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone (Ketapang) melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Rabu (26/3).
Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan serentak di 24 Kabupaten Kota wilayah Provinsi Sulawesi selatan dalam rangka stabilisasi harga bahan pokok menjelang hari raya idul fitri 1446 H/2025, GPM ini digelar selama 2 hari mulai tanggal 26 hingga 27 Maret
Kegiatan ini terselenggara berkat sinergitas yang terjalin dengan stake holder terkait, diantaranya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Dinas pemerintahan Kabupaten Bone, seperti dinas ketahanan pangan, Dinas Perikanan, Dinas pertanian, Dinas peternakan, juga melibatkan UMKM Bone.
GPM di halaman Kantor Kantor Dinas Ketapang Bone ini, juga dihadiri Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin dan Forkopimda Kabupaten Bone.
Beberapa bahan pokok yang dijual relatif murah dibandingkan dengan harga pasar, namun tidak dipungkiri ada juga harga bahan pokok yang megalami kenaikan.
Kenaikan harga bahan pokok tersebut diakibatkan beberapa faktor, diantaranya tingginya permintaan konsumen menjelang hari raya idul fitri, contohnya Cabe merah. Sedangkan untuk harga cabai rawit yang sempat naik di angka Rp.70.000-Rp.80.000/kini relatif turun diharga Rp.55.000/kilo.
Dan untuk beberapa kebutuhan pokok lainnya seperti Beras, Gula Pasir, juga minyak goreng harganya masih dalam kondisi stabil.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muhammad Angkasa di sela-sela gelaran GPM. Ia menyampaikan harga bahan pokok dipengaruhi permintaan konsumen yang melonjak ataupun pasokan yang kurang.
“Alhamdulillah tahun ini di kabupaten Bone harga relatif stabil semua, harga masih terjangkau dan ketersediaan barang juga ada, untuk harga cabai rawit mengalami penurunan kalau kemarin harga perkilonya mencapai Rp 70.000-80.000, kini berada di harga Rp. 55.000/kilo, justru cabe merah yang mengalami kenaikan. Kita bersyukur di Bone harga bahan pokok masih relatif stabil dibandingkan daerah lain,” terangnya.
Senada dengan Kadis Ketapang, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin mengatakan dalam operasi pasar yang digelar di pasar tradisional , harga bahan pokok masih dalam kondisi stabil dan tidak ada kenaikan harga yang signifikan.
“Melalui pemantauan harga pasar yang digelar pemerintah Kabupaten Bone 25 Maret kemarin kita melihat harga bahan pokok cukup stabil utamanya beras, minyak goreng dan lainnya malah cabai rawit ternyata turun Rp. 55.000/kilonya, jadi kami berharap jelang idul fitri tidak ada yang panik buying, sehingga menimbun bahan pokok. Insya Allah pasokan kita cukup hingga lebaran nanti,” pungkas Andi Akmal.

Adapun beberapa harga bahan pokok yang terbilang murah di GPM diantaranya:
1. Beras medium Rp. 58.000 lima kilo
2. Gula pasir Rp 15.000-17500/liter
3. Telur Rp. 50.000/rak
4. Ayam potong ukuran sedang Rp. 45.000/ekor
5. Minyak goreng Kita bantal Rp.15.000/liter dan lainnya. (WRD)






