Menu

Mode Gelap

Berita Utama ยท 23 Sep 2021 22:33

Gerindra Sultra Tegaskan Kasus Andi Merya Murni Tindakan Pribadi


Gerindra Sultra Tegaskan Kasus Andi Merya Murni Tindakan Pribadi Perbesar

SULTRAKITA.COM, WAKATOBI – Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Safarullah, menegaskan Kasus Dugaan Suap yang menjerat Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur, murni tindakan pribadi, dan bukan merupakan perintah Partai.

Safarullah menjelaskan, Andi Merya Nur (Ibu Mery) merupakan Kader Partai Gerindra yang menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sultra.

Bupati Kolaka Timur ini, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), Selasa malam (21/9).

Dalam konferensi Pers, yang digelar di Hotel Wisata Wakatobi, Kamis (23/9), Safarullah menegaskan, tindakan yang dilakukan Ibu Mery merupakan tindakan pribadi, dan atas tindakan pribadi tersebut, tentunya Partai Gerindra memiliki sikap tidak mentolerir apa yang dilakukan oleh Bupati Koltim.

” Atas tindakan pribadi beliau, dalam waktu dekat Ini kami dari DPD Partai Gerindra akan melaporkan secara resmi kepada DPP, terkait tindakan apa yang akan kami lakukan itu menunggu DPP, dan kemungkinannya, biasanya itu akan dilakukan pencabutan kartu anggota secara otomatis, ” kata Safarullah.

Baca juga :   Pemkot Kendari Launching Elektronifikasi Transaksi Pasar (Daoa) Digital

Ia menyampaikan, dengan adanya kejadian OTT tersebut, adalah pelajaran bagi seluruh Kader Partai Gerindra, khusunya bagi anggota DPRD Kabupaten/Kota maupun Provinsi, agar tidak main-main dengan Kasus Korupsi, karena Ketua DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, tidak mentolerir jika ada Kader Partai Gerindra yang terlibat Korupsi.

Safarullah menambahkan, terkait proses hukum, DPD Partai Gerindra Sultra tidak akan menyiapkan menyiapkan pengacara, sebab kasus ini merupakan tindakan pribadi.

Meski demikian jika dikemudian hari Andi Merya Nur tidak terbukti menerima suap, maka akan kembali dilakukan rehabilitasi, dan status keanggotaanya dikembalikan.

” Sekali lagi saya tegaskan ini adalah tindakan pribadi, tidak ada perintah dari Partai, yang ada isu bahwa dari DPD itu tidak ada, ada juga isu habis ketemu di jakarta, terus ini merupakan tindak lanjut dari jakarta, itu tidak ada, itu murni tindakan pribadi beliau, ” tutupnya.

Untuk diketahui, pada Selasa malam 21 September 2021, Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur Anzarullah, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), dengan barang bukti uang senilai 225 Juta Rupiah.

Baca juga :   Wagub Sebut Dana Desa Bisa Dialokasikan Untuk Penurunan Angka Stunting

Keduanya lalu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pencairan dana hibah Pemkab Kolaka Timur, dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berupa dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR), serta Dana Siap Pakai (DSP). (UH)

Artikel ini telah dibaca 49 kali

Baca Lainnya

Pekan Raya ANTAM Jadi Ajang Promosi UMKM dan Hiburan Masyarakat Kolaka

30 Juli 2026 - 08:45

Produksi Nikel Naik 19 Persen, PT Vale Catat Laba Bersih US$61 Juta pada Triwulan II 2026

29 Juli 2026 - 23:11

Syarifuddin Tundreng Terpilih Pimpin USN Kolaka, Ajak Sivitas Akademika Bersatu Bangun USN

29 Juli 2026 - 12:23

Lestarikan Kearifan Lokal dan Promosikan Pariwisata, Kolaborasi Anak Muda dan Dispar Kolaka Gelar Sultra Tourism Impact

28 Juli 2026 - 09:31

Bertumbuh dengan Tanggung Jawab, PT Vale Perkuat Hilirisasi dan Keberlanjutan di Morowali

26 Juli 2026 - 17:25

Gotong Royong Satgas TMMD dan Warga, Rumah Ibu Rosnawati di Sibulue Berubah Jadi Hunian Layak

25 Juli 2026 - 19:51

Trending di Sulselkita