Menu

Mode Gelap

Berita Utama ยท 14 Jul 2022 09:54

Wagub Sebut Dana Desa Bisa Dialokasikan Untuk Penurunan Angka Stunting


Wagub Sebut Dana Desa Bisa Dialokasikan Untuk Penurunan Angka Stunting Perbesar

SULTRAKITA.COM, KENDARI – Penurunan angka stunting merupakan program prioritas yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Untuk itu, Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Lukman Abunawas menyebutkan, dana desa bisa dialokasikan untuk percepatan penurunan angka stunting di Sultra.

Menurut Wagub Sultra Lukman Abunawas, dana desa bisa dialokasikan untuk percepatan penurunan stunting ini di desa-desa.

Baca juga :   Dharma Wanita Dikbud Sultra Lakukan Pembagian Minyak Goreng pada 17 Daerah di Sultra

“Jadi dimungkinkan, karena ada petunjuk dan pedomannya. Jadi Pemda nanti melalui Bappeda sudah akan mengalokasikan dana untuk penguatan penyuluhan-penyuluhan maupun monitoring di lapangan bagi OPD-OPD yang masuk dalam tim satgas ditingkat provinsi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada 20 hingga 21 Juli mendatang akan digelar rapat koordinasi terpadu yang akan di hadiri tim dari pusat diantaranya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat. Kemudian dari kementerian PMK dan PUPR.

” Jadi kita akan rapat dan paparan, kemudian meninjau objek-objek sasaran yang memang kabupaten yang masih cukup tinggi angka stunting-nya. Antara lain kabupaten Buton Selatan, Buton dan Buton Tengah. Dan juga Muna dan Muna Barat akan dihadirkan dia sebagai kabupaten tertinggi dari lima kabupaten di Sultra,” ujarnya.

Baca juga :   AJI Kendari Edukasi Pekerja Radio Cek Fakta

Ketua DMI Sultra ini berharap, dengan adanya tim terpadu percepatan penurunan stunting tersebut angka stunting di Sultra segera turun. Karena jika dibandingkan dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Sultra yakni bidang pertanian cukup tinggi perkebunan dan peternakan.

“Dan juga hasil-hasil di bidang kelautan dan perikanan apalagi di sektor pertambangan Sultra potensinya sangat besar. Cuman barangkali yang fatal saya lihat kurang penyuluhan, pemahaman dan edukasi kepada ibu rumah tangga pentingnya makanan yang bergizi. Kemudian kebiasaan kita kadang kala di kampung-kampung menyajikan makanan-makan yang siap saji. Tapi dengan terbentuknya tim Satgas stunting ini di semua kabupaten kita akan padukan dengan dana desa,” ungkapnya.

Orang nomor 2 di Bumi Anoa menambahkan, dirinya telah mengikuti rapat kerja para ketua tim satuan tugas (Satgas) percepatan penurunan stunting se-Indonesia dan dikhususkan Indonesia Timur di Makasar.

Baca juga :   Resmikan Smelter PT GNI, Jokowi Tekankan Pentingnya Industrialisasi Pertambangan

“Alhamdulilah Sultra tadinya secara nasional lima besar angka stunting terutama ada lima kabupaten yang mempunyai angka yang cukup tinggi kayak misalnya Buton Selatan, Buton Tengah, Buton kemudian Muna dan Muna Barat. Namun Kemarin dalam rapat kerja alhamdulilah Sultra dari beberapa kabupaten dinilai terlalu tinggi angka stunting-nya mendapatkan penghargaan karena penanganan stunting-nya diantaranya kemarin kabupaten Buton, Kolaka, Kolaka Timur,” tandasnya. (Pry)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

Baca Lainnya

Bidik Prestasi Nasional, PT Vale dan Disdik Kolaka “Upgrade” Skill Guru Lewat Bimtek OSN

13 April 2026 - 17:27

Pendaftaran Ditutup, 7 Figur Siap Disaring Ketat di Pilrek USN

13 April 2026 - 08:19

Sabet 5 PROPER Hijau, PT ANTAM Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan

13 April 2026 - 07:58

PT Vale Edukasi Warga Watalara Cegah TBC, Tekankan Deteksi Dini dan Pola Hidup Sehat

10 April 2026 - 13:53

Detik-detik Penutupan, Guru Besar Universitas Negeri Makassar Masuk Bursa Pilrek USN Kolaka

10 April 2026 - 11:45

Petahana Mantapkan Langkah, Prof. Nur Ihsan Resmi Ramaikan Bursa Pilrek USN Kolaka

10 April 2026 - 11:13

Trending di Berita Utama