SULTRAKITA.COM, Kolaka – Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale Indonesia mendorong keberhasilan penanaman hingga panen jagung pakan yang dilakukan Kelompok Tani Padaidi di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Melalui pendampingan berkelanjutan, PPM PT Vale memberikan bimbingan teknis kepada petani, mulai dari pengelolaan lahan hingga pola tanam yang menyesuaikan kondisi geografis setempat. Pendampingan tersebut dinilai berperan penting dalam mengaktifkan kembali lahan yang sebelumnya terbengkalai.
Kepala Desa Tondowolio, Asmanuddin mengapresiasi menyebut program PPM PT Vale, mendorong produktifitas produksi tanaman jagung pakan di wilayahnya.
“Pendampingan yang dilakukan PT Vale terhadap kelompok tani Padaidi membuahkan hasil yang menggembirakan, terbukti dengan hasil panen diatas rata-rata,” katanya.
Ketua Kelompok Tani Padaidi, Baharuddin mengatakan, dari lima kelompok tani yang ada di wilayah Tondowolio, saat ini hanya Kelompok Padaidi yang mengembangkan tanaman jagung secara berkelanjutan. Hal ini karena penyesuaian waktu tanam dengan kondisi alam, di mana jagung ditanam pada musim kemarau dan padi direncanakan pada musim hujan sekitar Maret hingga April.
“Lahan ini dulu pernah digarap pada 2015, lalu terbengkalai cukup lama. Sekitar dua sampai tiga tahun terakhir kami merintis kembali dan alhamdulillah sudah bisa panen,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Saat ini, kelompok tani baru mengelola sekitar 5 hektare lahan dari total potensi kurang lebih 27 hektar. Ke depan, mereka berharap dukungan lanjutan agar seluruh potensi lahan dapat dikembangkan untuk tanaman pangan.
“Alhamdulillah, kami memperoleh hasil yang memuaskan, setiap hektar lahan bisa menghasilkan 7,58 ton jagung pipil,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut juga mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sejumlah instansi dari tingkat provinsi hingga pusat telah melakukan kunjungan ke lokasi pertanian. Selain itu, kelompok tani juga menerima bantuan satu unit traktor dari Dinas Pertanian Provinsi untuk mendukung pengembangan tanaman jagung dan padi.
Meski demikian, tantangan utama yang masih dihadapi petani adalah gangguan ternak sapi liar yang kerap merusak tanaman. Untuk mengatasinya, kelompok tani memasang pagar darurat dari kayu dan kawat duri di sekitar lahan.
“Kalau tidak dipagar, tanaman jagung tidak akan bertahan karena sapi di sini dilepas bebas sepanjang hari,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah desa telah membantu penyediaan kawat duri meski masih terbatas. Kelompok tani berharap adanya tambahan dukungan, terutama dalam pengamanan lahan dan pembukaan area pertanian baru.
“Sinergi antara Program PPM PT Vale, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengembangan pertanian di Tondowolio serta mendukung program swasembada pangan, khususnya komoditas jagung,” tandasnya. (bak)






