SULTRAKITA.COM, KOLAKA – Bupati Kolaka H. Amri menitipkan sejumlah pesan kepada 431 jamaah calon haji asal Kabupaten Kolaka yang resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Dalam prosesi pelepasan jamaah haji yang digelar di Masjid Agung Khaerah Ummah Kolaka, Senin (11/5), H. Amri meminta seluruh jamaah menjaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik daerah selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Menurut H. Amri, kondisi fisik menjadi hal penting yang harus diperhatikan para jamaah mengingat seluruh rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina dan kesiapan mental.
“Jaga kesehatan, disiplin, dan kekompakan selama berada di Tanah Suci. Bawa nama baik Kabupaten Kolaka dan tunjukkan sikap saling membantu antarjamaah,” pesan H. Amri di hadapan ratusan jamaah dan keluarga yang hadir.
Ia juga berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar hingga kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan memperoleh predikat haji mabrur dan hajjah mabrurah.
Selain itu, H. Amri meminta para jamaah turut mendoakan Kabupaten Kolaka saat berada di tempat-tempat mustajab seperti Multazam dan Raudah.
“Titip doa untuk daerah kita agar dijauhkan dari musibah dan seluruh pembangunan di Kolaka berjalan lancar demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pada musim haji tahun ini, Pemkab Kolaka juga menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp2.928.154.960 untuk membantu fasilitas keberangkatan jamaah menuju embarkasi.
“Dukungan ini adalah porsi prioritas kami. Walaupun ditengah ketatnya efisiensi anggaran. Kami ingin jamaah fokus pada ibadah, sementara urusan kenyamanan dan efisiensi transportasi menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” ujarnya.
Anggaran tersebut meliputi sewa pesawat Wings Air sebesar Rp2.779.434.960, biaya ekstra bagasi Rp70 juta, jasa angkutan barang Rp43,72 juta, dan jasa transportasi DAMRI Rp35 juta.
Dari total 431 jamaah calon haji Kolaka, sebanyak 277 orang merupakan perempuan dan 154 laki-laki. Kecamatan Samaturu dan Pomalaa menjadi wilayah dengan jumlah jamaah terbanyak.
Sementara itu, jamaah tertua tercatat atas nama Andi Suaib, 89 tahun, asal Pomalaa. Adapun jamaah termuda ialah Nurazizah Aris Dg Situju, 17 tahun, yang juga berasal dari Pomalaa.
Prosesi pelepasan berlangsung khidma dengan dihadiri unsur Forkopimda, Kementerian Agama Kabupaten Kolaka, serta keluarga jamaah. (bak)






